Mendikbud Usul Ketentuan Akreditasi dalam SNMPTN Dievaluasi

Usulan Mendikbud akan Dirembug LTMPT dan MRPTNI

Citra Larasati    •    Kamis, 07 Feb 2019 19:18 WIB
SNMPTN/SBMPTN 2019
Usulan Mendikbud akan Dirembug LTMPT dan MRPTNI
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Kadarsyah Suryadi, Kemenristekdikti/Humas.

Jakarta:  Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Kadarsyah Suryadi menanggapi usulan Mendikbud, Muhadjir Effendy untuk mengevaluasi penetapan kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang selama ini mempertimbangkan level akreditasi sekolah.  

Kadarsyah mengatakan, usulan untuk mempertimbangkan atau meninjau kembali kuota sekolah berdasarkan akreditasi perlu dibahas oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Karena selama ini sistem seleksi masuk PTN terus disempurnakan dengan mempertimbangkan berbagai masukan melalui mekanisme evaluasi dan pengembangan (Continuous Improvement).  

"Sehingga bisa dibicarakan atau dibahas bersama dengan berpegang pada prinsip continuous improvement sebagai masukan untuk pengembangan mekanisme (penerimaan mahasiswa baru PTN) ke depan," ujar Kadarsyah yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.

Usulan tersebut tidak langsung dapat direspons dalam SNMPTN tahun ini, karena proses seleksi jalur undangan sudah terlanjur berjalan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.  "Di sisi lain, kita ada SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN) yang bisa diikuti oleh semua siswa tanpa membedakan akreditasi sekolah.

Baca: SNMPTN Jalur yang Menghargai Prestasi Sekolah dan Siswa

Bahkan bukan hanya siswa lulusan tahun terakhir, tapi juga lulusan dua tahun sebelumnya bisa ikut seleksi SBMPTN.  Di mana tahun ini dilakukan melalui mekanisme Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

"Selain itu masih ada Seleksi Mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN dan dapat diikuti oleh para peserta tanpa membedakan akreditasi sekolah," tegasnya.

Untuk tahun depan LTMPT dan MRPTNI akan membahas bersama dengan semua pemangku kepentingan terkait melalui mekanisme evaluasi pengembangan continuous improvement yang selama ini berjalan.

Kadarsyah menjelaskan, pada prinsipnya filosofi seleksi penerimaan peserta didik itu dilakukan karena adanya keterbatasan daya tampung.  Baik di jenjang pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan Tinggi.  "Keterbatasan daya tampung itulah yang menyebabkan mekanisme seleksi diberlakukan," terang Kadarsyah.

Kemudian mekanisme seleksi harus didasarkan pada prinsip menghargai dan memberikan apresiasi bagi calon yang berprestasi. "Itulah sebabnya mereka yang lebih berprestasi akan mendapat prioritias mendapatkan tempat di institusi pendidikan yang dituju," imbuhnya.

Sejak awal pemberlakuan SNMPTN, Panitia pusat selalu melakukan prinsip continuous improvement melalui kegiatan evaluasi dan pengembangan, dan dari waktu ke waktu kuota sekolah pun dijadikan pertimbangan dengan memperhatikan akreditasi.

"Kriteria seleksi SNMPTN pun didasarkan pada kualitas sekolah, yang dicerminkan oleh akreditasi dan didasarkan pada prestasi siswa di sekolah," kata Kadarsyah.

Menurutnya, ada hikmah yang didapatkan dari aspek kuota ini, yaitu sekolah-sekolah yang belum terakreditasi A akan semakin semangat dan termotivasi untuk meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi A. 

Kalaupun nanti ada orangtua yang mengejar sekolah favorit yang rata-rata terakreditasi A, karena kebijakan tersebut, maka pada dasarnya tetap kapasitas daya tampung sekolah favorit akan terbatas juga.  Sehingga mekanisme seleksi oleh sekolah akan berpegang pada prinsip kualitas dan prestasi siswa. 


(CEU)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA