Kemenhub: Pesawat di 10 Bandara Layak Terbang

Nur Azizah    •    Rabu, 07 Nov 2018 18:07 WIB
Lion Air Jatuh
Kemenhub: Pesawat di 10 Bandara Layak Terbang
Rilis di Kemenhub - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Kementerian Perhubungan meningkatkan pemeriksaan kondisi pesawat (ramp check) setelah jatuhnya Lion Air PK-LQP jenis B738 Max 8. Sejak 31 Oktober hingga 6 November 2018, 117 pesawat sudah diperiksa.

Sebanyak 117 pesawat itu yakni pesawat jenis 733-300, 737-500, 737 New Generation, 11 737 Max, ATR 72, dan Airbus 320. Pemeriksaan dilakukan di 10 bandara.

Ke-10 bandara itu yakni Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Kualanamu di Medan, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, dan bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Lalu Bandara Sultan Aji di Balikpapan, Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara Djuanda di Surabaya, Bandara Minangkabau di Padang, Bandara Hasanuddin di Makassar, serta Bandara Sam Ratulangi di Manado.

"Hasil pemeriksaan menyatakan, seluruh pesawat itu layak terbang," kata Kasubdit Aeronautika Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kus Handono di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu, 7 November 2018.

(Baca juga: Masalah pada Indikator Kecepatan Udara Berdampak Sistemis)

Kus menyebut ramp check bukan baru kali ini dilakukan. Pemeriksaan itu dilakukan rutin setiap tiga minggu sekali.

"Ramp check ini sudah berlangsung rutin. Ada atau tidak ada accident pasti ada ramp check. Karena ada kecelakaan ini, maka lebih intensif lagi," ungkap dia.

Ramp check pesawat harus memenuhi seluruh indikator yang tertuang dalam logbook. Logbook tak hanya berisi kondisi pesawat terkini, tapi juga jumlah penumpang, pilot, jam terbang, dan sebagainya.




(REN)