Nama Organisasi Penghayat Berpotensi tak Ditulis di KTP-el

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 13 Nov 2017 09:43 WIB
kepercayaanpenghayat kepercayaan
Nama Organisasi Penghayat Berpotensi tak Ditulis di KTP-el
Ilustrasi--KTP-el--Antara/Ujang Zaelani

Jakarta: Nama kelompok penghayat kepercayaan kemungkinan besar tak akan ditulis di KTP elektronik. Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menyebut banyak implikasi hukum, jika menuliskan nama organisasi.

"Karena organisasi bisa bubar, berubah nama, non aktif atau bisa dibubarkan. Semuanya memiliki implikasi hukum," kata Zudan di Bandung, Minggu, 13 November 2017.

Ada beberapa rumusan penulisan penghayat kepercayaan yang tengah dikaji. Dukcapil menitikberatkan pada usulan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Kemendikbud. Cukup menuliskan penghayat kepercayaan di kolom Agama/Kepercayaan, atau kepercayaan terhadap Tuhan yang maha esa di tempat yang sama.

Baca: Pencantuman Penghayat Kepercayaan di KTP-el Tunggu Aturan dari Pusat

Sementara opsi lain, menuliskan secara detail organisasi penghayat yang menimbulkan banyak dampak. Karena meski lebih detail, tapi juga akan menimbulkan beragam masalah. Misalnya, terkait nama kelompok yang tidak umum seperti organisasi ilmu ghoib.

"Kira-kira kalau ditulis organisasi itu kira-kira KTP-El dianggap guyonan (becandaan) atau benar," ucap Zudan.

Baca: Pemerintah Perlu Bentuk Pengaturan Teknis terkait Penghayat Kepercayaan

Saat ini ada 187 organisasi di 13 Provinsi di Tanah Air. Dari data tersebut, Zudan memprediksikan bakal meningkat. Sebab,  masih banyak penghayat kepercayaan yang belum membuat organisasi dan sedang dalam proses, seperti Sunda Wiwitan.

Prediksi penambahan juga terjadi dalam database pribadi KTP-El. Hingga 30 Juni 2017, hanya 138 ribu warga yang menuliskan kepercayaan di dokumen pembuatan KTP-El dan KK.

"Data ini pasti melonjak, karena selama ini banyak yang menuliskan enam agama yang diakui saja," paparnya.


(YDH)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

56 minutes Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA