Kerjasama Parlemen Diharapkan Memperkaya Hubungan Indonesia-Vietnam

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 12 Sep 2018 23:28 WIB
presiden jokowi
Kerjasama Parlemen Diharapkan Memperkaya Hubungan Indonesia-Vietnam
Presiden Joko Widodo di Hanoi, Vietnam - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Hanoi: Presiden Joko Widodo menyambut baik kerja sama antara parlemen Indonesia dan Vietnam. Dia menilai hal itu perlu ditingkatkan termasuk dengan saling berkunjung dan kerja sama erat di forum antarparlemen kawasan dan internasional.  

"Kerja sama antar parlemen yang baik akan memperkaya hubungan Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam. Saya harap kerja sama parlemen juga dapat mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi di kawasan," kata Jokowi saat bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan di Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018..

Jokowi meminta hubungan kemitraan strategis terus diperkuat. Pemerintah Indonesia dan Vietnam juga telah menandatangani Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam periode 2019-2023.

Rencana aksi itu memperluas bidang kerja sama kemitraan Indonesia-Vietnam seperti inovasi industrial dan intellectual property, ekonomi kreatif, ekonomi digital, serta pengembangan sumber daya manusia dalam rangka menghadapai Revolusi Industri 4.0.

"Keberhasilan implementasi rencana aksi akan bantu kita hadapi ekonomi global yang terus tidak menentu. Untuk itu, saya harap dukungan dari Yang Mulia dan parlemen Vietnam," ucap dia.

Jokowi juga membahas masalah sosial budaya dengan Nguyen Thi. Menurut dia, kerja sama people-to-people akan mempererat hubungan masyarakat secara nyata.

"Untuk itu Indonesia-Vietnam perlu tingkatkan konektivitas kedua negara," kata dia.

Jokowi juga menyambut baik implementasi dari kerja sama sister city atau sister province, seperti pembentukan Ba Ria Vung Tau Trade Center di Kota Padang. Juga pertemuan bisnis antar pengusaha dari Kota Ba Ria, Vung Tau dan Padang, Sumatera Barat, dan kerja sama dalam penataan ruang kota, ruang terbuka hijau, konservasi situs bersejarah, dan manajemen kota satelit.

"Kerja sama seperti ini juga akan meningkatkan interaksi antar masyarakat kedua negara," ujar dia.


(JMS)