Demo Mahasiswa Unnes

Rektor Unnes: Tidak Ada Pendemo yang Terlindas Mobil

Antara    •    Jumat, 08 Jun 2018 12:09 WIB
Demonstrasi Mahasiswa
Rektor Unnes: Tidak Ada Pendemo yang Terlindas Mobil
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) saat berunjuk rasa menolak kebijakan uang pangkal. Foto: Antara/Rekotomo.

Semarang:  Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengklarifikasi insiden kericuhan saat demontrasi mahasiswa menuntut penghapusan uang pangkal.  Rektor membantah ada siswa pendemo yang tertabrak dan terlinda mobil.

"Saya sudah lihat videonya di Instagram. Tidak betul kalau ada mahasiswa yang tertabrak, apalagi terlindas mobil," kata Rektor Unnes, Fathur Rokhman di Semarang, Kamis malam, 7 Juni 2018.

Dari sebuah akun di Instagram, sebelumnya beredar video berikut keterangan tentang aksi
unjuk rasa mahasiswa Unnes menuntut penghapusan uang pangkal di depan Rektorat Unnes, Kamis sore.

Dalam video itu terlihat kericuhan antara mahasiswa peserta aksi dengan petugas keamanan kampus. ketika sebuah mobil berwarna hitam yang disebutkan ditumpangi Rektor Unnes akan melintas.

Disertakan pula keterangan mengenai kronologis terjadinya kericuhan itu, yang disebutkan menyebabkan sejumlah mahasiswa luka-luka karena diterjang mobil tersebut.  Namun, Fathur secara tegas membantah informasi tersebut, seraya menegaskan tidak ada mahasiswa terluka karena diterjang mobil dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 17.15 WIB itu.

Bahkan, beberapa mahasiswa sempat menggedor mobil meminta Rektor untuk turun, tetapi Fathur menolaknya karena menilai cara yang dilakukan tidak akademis dan cenderung memaksakan kehendak.

"Mahasiswa itu melakukan aksi menuntut penghapusan uang pangkal. Aspirasi mahasiswa sudah kami akomodasi. Beberapa kali, ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), baik universitas maupun fakultas ketemu saya," katanya.

Sebelum kericuhan itu, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu mengatakan, ketua BEM juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan dirinya untuk membahas mengenai uang pangkal.

"Tetapi, maunya mahasiswa ketemu Rektor di panggung (aksi). Ya, ini kan sedang bulan puasa. Saya menghargai aksi mahasiswa karena mereka sedang belajar untuk menyampaikan aspirasi," ujarnya.

Akan tetapi, Fathur meminta cara yang dilakukan mahasiswa tidak dilakukan secara anarkis dan memaksakan kehendak, sebab segala persoalan bisa didialogkan dan dibicarakan dengan baik.

Sementara itu, Siti Kholipah selaku koordinator aksi menceritakan kronologis insiden itu berawal dari demonstrasi lanjutan yang dilakukan mahasiswa Unnes yang menuntut penghapusan uang pangkal.

"Aksi dilakukan sejak Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Kami terus melobi agar Pak Rektor mau menemui peserta aksi, tetapi tidak kunjung ditemui," kata Wakil Presiden BEM Unnes itu.

Aksi berlanjut hingga sore hari, kata dia, tepatnya sekitar pukul 17.15 WIB, ada dua mobil, salah satunya ditumpangi Rektor Unnes hendak keluar kampus kemudian dihadang mahasiswa.
"Ada peserta aksi yang menghadang, ada pula yang merebahkan diri di jalan. Namun, dibubarkan oleh petugas keamanan. Ya, ricuh gitu, ada yang ditarik-tarik, didorong petugas keamanan," katanya.

Namun, Kholipah membantah adanya informasi mahasiswa yang tertabrak mobil dalam insiden tersebut karena mobil tersebut berjalan pelan menghindari kerumuman peserta aksi yang menghadang.

"Saya dapat laporan tadi ada satu mahasiswa yang kena asma, tetapi langsung ditangani. Kalau yang tertabrak tidak ada, tadi mobilnya jalan pelan. Ya, memang ricuh dengan petugas keamanan," katanya.
 
(CEU)