KPAI Tetap Jaga Tiga Anak SD Tanjung Duren dari Perundungan

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 15 Sep 2017 08:31 WIB
penculikan anak
KPAI Tetap Jaga Tiga Anak SD Tanjung Duren dari Perundungan
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. (Foto: Antara/Reno Esnir).

Metrotvnews.com, Jakarta: Video viral pengakuan seorang anak bersama dua temannya terkait percobaan penculikan hanya bohong semata. Meski begitu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mendorong sekolah dan lingkungan sekitar anak untuk tidak melakukan perundungan atau bully.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti memperkirakan pascaterbongkarnya keterangan hoaks dalam video tersebut, ketiga anak dalam video itu berpotensi menjadi korban bully dari lingkungan sekitarnya. 

"Hal ini perlu dicegah sedari dini," kata Retno dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

(Baca juga: Polisi Pastikan Tidak Ada Percobaan Penculikan Siswi SD Tanjung Duren)

Retno bilang, dia bakal terus mengawas langsung ke SDN 01 Tanjung Duren. Hari ini, KPAI akan bertemu dengan Kepala Sekolah, wali kelas dan komite sekolah. Bahkan KPAI juga akan menemui keluarga ketiga anak demi membicarakan pencegahan perundungan dari lingkungan sekitar.

"KPAI meminta kasus ini menjadi pembelajaran bersama, agar orang dewasa di sekitar anak mendalami dahulu suatu informasi yang dilontarkan seorang anak. Gunakan pendekatan yang baik agar kita dapat mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak," ucap Retno.

Sebaiknya, dia berharap masyarakat tidak menyebarkan rekaman pembicaraan yang belum diketahui kebenarannya sebelum mengonfirmasi dengan pihak-pihak berwenang. Di era digital saat ini, video bisa dengan mudah menyebar luas.

(Baca juga: Tidak Ada Penculikan, Kepsek SD Tanjung Duren Minta Maaf)

Sementara itu, Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi KPAI, Ai Maryati meminta sekolah berperan aktif mensosialisasi ke lingkungan sekolah agar persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Hal itu demi mencegah potensi perundungan di lingkungan sekolah terhadap ketiga anak tersebut.

"Jika anak membutuhkan bantuan psikolog, KPAI akan segera berkoordinasi dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak)," pungkas Ai Maryati.




(HUS)

Bekas Bos Gunung Agung Dipanggil KPK

Bekas Bos Gunung Agung Dipanggil KPK

15 minutes Ago

Made Oka Masagung akan dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elekt…

BERITA LAINNYA