Cerita Pertemuan Antara Pembunuh dan Penghuni Apartemen Laguna

Deny Irwanto    •    Sabtu, 23 Sep 2017 02:46 WIB
pembunuh dini octaviani
Cerita Pertemuan Antara Pembunuh dan Penghuni Apartemen Laguna
Peri Sugianto, pembunuh Dini Oktaviani. (Foto: MTVN/Deny Irwanto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Peri Sugianto, pembunuh Dini Oktaviani pernah menggeluti profesi sebagai disk Jockey (DJ) di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Pusat. Saat ini, Peri bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Jadi tersangka ini dulu DJ di diskotek kecil-kecilan. Namun karena freelance, dia nyambi jadi tukang ojek," kata Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat 22 September 2017.

Antonius menuturkan, pelaku dan korban sudah saling kenal sejak 2010. Saat perkenalan pertama, korban tinggal di kawasan Jalan Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat. Lokasi tersebut tidak jauh dari tempat tinggal pelaku. 

(Baca juga: Pembunuh Dini Sering Antar Jemput Korbannya)

Hubungan korban dan pelaku cukup dekat karena sering berlangganan ojek. Korban sering memanfaatkan jasa pelaku untuk diantarkan ke tempat kerjanya. 

"Karena rumah deketan, jadi langganan korban. Tapi hubungan itu terputus ketika korban pindah ke apartemen, jadi menjauh dari tempat tinggal tersangka," ungkap Antonius. 

Namun komunikasi keduanya kembali terjalin pada medio 2016. Berdasarkan pengakuan pelaku, korban saat itu menghubungi dirinya untuk diantarkan ke orang 'pintar'. 

Korban kembali menghubungi pelaku dan meminta tolong untuk dicarikan rentenir pada September 2017. Namun pertemuan itu justru menjadi akhir hidup Dini. Korban tewas setelah dicekik dan dibekap menggunakan bantal.

(Baca juga: Penghuni Apartemen Laguna Dibunuh dengan Cara Disekap Bantal)

Tak hanya itu, pelaku juga menggondol teve korban, handphone, jam tangan dan perhiasan.

"Ini kan pengakuan tersangka, kita saat ini cukup mengamini saja pengakuannya karena tidak ada saksi mata. Motif sementara kita ketahui seperti itu (ekonomi), tapi tetap akan kita dalami lagi," pungkas Antonius. 


(HUS)