Umrah tak Pasti, Konsumen Tetap Percaya First Travel

Arga sumantri    •    Jumat, 21 Apr 2017 18:26 WIB
ibadah umrah
Umrah tak Pasti, Konsumen Tetap Percaya First Travel
Suasana kantor First Travel saat pembayaran biaya tambahan, Jumat 21 April 2017. Foto-foto: Metrotvnews.com/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Kantor penyelenggara umrah, First Travel, di Lantai 16 Gedung GKM, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, tetap dipadati para konsumennya. Mereka mengantre untuk membayar biaya tambahan sebagai komitmen memelihara harapan berangkat ke Tanah Suci.

Kartini, salah satu konsumen, rela membayar biaya tambahan sebesar Rp2,5 juta. Sebelumnya, dia mengaku sudah melunasi biaya umrah yang dipatok Rp14,3 juta. Tambahan biaya itu agar dia bisa berangkat pada Mei-Juni seperti dijanjikan pengelola. Meskipun, hal itu juga belum pasti.

"Kepastian berangkat atau enggak (umrah) baru diumumkan 25 April," kata Kartini kepada Metrotvnews.com, di kantor First Travel Cabang TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat 21 April 2017.

Kartini harusnya sudah berangkat ziarah ke Tanah Suci pada 26 April 2017. Namun, pemberangkatannya tertunda karena First Travel baru bisa mengirim jemaah pada Mei hingga Juni tahun ini.

"Kan yang daftar banyak ini, kayaknya semacam undian. Mudah-mudahan bisa berangkat," ucap Kartini.

Mukhlis, pengguna jasa First Travel lainnya, juga sama. Ia mengaku rela membayar ongkos tambahan supaya namanya bisa masuk daftar pemberangkatan pada Mei atau Juni.

"Kebetulan kan (Mei-Juni) periode Ramadan, jadi spesial juga kan. Enggak apa-apalah nambah biaya," kata Mukhlis.



Baca: Cerita Konsumen First Travel yang Tak Kunjung Berangkat Umrah

Mekanisme pembayaran ongkos tambahan bisa melalui sistem transfer. Konsumen tinggal membawa bukti transfer itu ke kantor First Travel. Setelah itu, konsumen dapat bukti pembayaran resmi. Hari ini, merupakan batas akhir pembayaran ongkos tambahan itu.

Kartini dan Mukhlis mengatakan, calon jemaah umrah juga diberi opsi untuk tak membayar ongkos tambahan. Konsekuensinya, mereka baru akan diberangkatkan November-Desember tahun ini.

Opsi lain, calon jemaan bisa mengajukan pengembalian uang atau refund. "100% refund nya," ujar Kartini.

Kantor First Travel sempat digeruduk sejumlah jemaah. Mereka memprotes lantaran tak kunjung berangkat ziarah ke Tanah Suci.

Direktur Utama First Travel Andika Surachman mengatakan saat ini tengah fokus melayani jemaah. Menurutnya, anggapan dan penilaian yang saat ini berkembang di luar mengenai First Travel menjadi vitamin untuk terus melayani jemaah.

"Kita tetap melakukan kegiatan untuk melayani jemaah sampai semuanya selesai," kata Andika.




(UWA)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA