Korban Kekerasan di STIP Dimakamkan

Al Abrar    •    Rabu, 11 Jan 2017 14:40 WIB
penganiayaan di stip
Korban Kekerasan di STIP Dimakamkan
STIP di Cilincing Jakarta Utara/MI/Immanuel

Metrotvnews.com, Jakarta: Siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Cimlincing, Jakarta Utara, Amirulloh Adityas Putra, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Budi Dharma, Jakarta Utara. Amirulloh diantar sanak keluarga dan siswa STIP lainnya.

"Tadi setelah dari RS Polri langsung disembahyangkan dan dimakamkan di TPU Budi Dharma," kata salah seorang warga, di Jalan Warakas 3, Gang 16, Jakarta Utara.

Amirulloh diduga tewas dianiaya senior tingkat II di STIP. Polisi sudah memeriksa pelaku, yakni SM, WH, I, dan AR. Ada pula J. Kelimanya sudah ditetapkan jadi tersangka.

Empat tersangka, SM, I, AR, dan WH, diduga terkait kematian Amirulloh Adityas Putra. Sedangkan seorang tersangka berinisial J diduga menganiaya empat siswa taruna tingkat satu lainnya. Saat kejadian, Amirulloh menghadap para seniornya bersama beberapa siswa tingkat satu.

Kapolsek Cilincing Kompol Ali Yuzron mengatakan, terduga pelaku menyiksa Amirulloh dengan tangan kosong di mess STIP, Selasa 10 Januari malam. Pukulan bertubi-tubi mengenai dada dan ulu hati korban.

"Sempat ditangani tim medis STIP, tetapi tidak tertolong. Korban meninggal saat itu juga," kata Ali saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Rabu (11/1/2017).

Ali mengatakan, penyidik Polsek Cilincing dibantu anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Utara sedang memproses kasus ini. Jasad korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi.

Kekerasan di STIP, Cilincing, berulang. April 2014, Dimas Dikita Handoko, 19, meninggal di tangan senior. Masalahnya sepele, Dimas dianggap tidak menghormati senior. Atas kasus ini, Kementerian Pendidikan, saat itu dipimpin M. Nuh, mengancam menutup STIP.

Sayangnya, sehari lalu, kejadian serupa masih terjadi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan mencopot  Ketua STIP. Berdasarkan website resmi, Kepala STIP saat ini dijabat Capt Weku Frederik Karuntu.

"Hari ini kami sudah membebastugaskan kepala sekolah itu, karena pada dasarnya standar kerja dari sekolah kita yang pelayaran, udara, darat, kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi," kata Budi di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Budi juga memasstikan penganiaya mendapat sanksi berat, dikeluarkan dari sekolah.


(OJE)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

9 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA