Penanganan Anak Terduga Teroris Harus Komprehensif

Fachri Audhia Hafiez    •    Kamis, 17 May 2018 15:26 WIB
terorisme
Penanganan Anak Terduga Teroris Harus Komprehensif
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta penanganan anak terduga teroris harus secara tuntas dan komprehensif. Tidak hanya medis, sosial, dan psikis, tapi juga perlu sentuhan pemahaman keagamaan yang tepat. 

"Mengingat anak rentan dari infiltrasi radikalisme, KPAI merekomendasikan beberapa hal, di antaranya perlu dikembangkan model-model pencegahan berbasis masyarakat dan komunitas agar anak tidak mudah terpapar radikalisme," kata Ketua KPAI Susanto dalam keterangan persnya, Kamis, 17 Mei 2018.

Tak hanya pada anak, orang tua juga perlu diberikan pendidikan yang tepat. Misalnya,
pengasuhan anak yang positif. 

(Baca juga: Keluarga Disebut Benteng Pertama dari Radikalisme)

Termasuk, pembekalan kiat-kiat mengasuh anak tanpa muatan radikalisme. "Berikutnya, penting keterlibatan perguruan tinggi dalam menangkal radikalisme dan terorisme," tutur dia. 

Susanto menyebut program pengabdian masyarakat dan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa yang biasanya memilih lokasi ke desa-desa perlu mengambil peran pencegahan kerentanan anak dari radikalisme. 

Dia menambahkan pola pengawasan jaringan radikal seringkali menggunakan media sosial. Sementara, anak-anak saat ini dekat dengan media sosial.

"Untuk itu perlu dikembangkan literasi counter radikalisme berbasis media sosial," ucap Susanto.





(REN)