Menteri Nasir: Sistem Perkuliahan Daring Anywhere, Anyplace, Anytime

Intan Yunelia    •    Kamis, 09 Aug 2018 15:32 WIB
Pendidikan Tinggi
Menteri Nasir: Sistem Perkuliahan Daring <i>Anywhere, Anyplace, Anytime</i>
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia saat ini diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0. Dengan terobosan perkuliahan dengan sistem daring (online) mampu menjawab kebutuhan mahasiswa.

“Jika sistem perkuliahan sudah online, maka mahasiswa bisa melakukan aktivitas perkuliahan tidak harus di kelas, bisa diluar kelas, di lapangan, bahkan di tempat KKN (kuliah Kerja nyata) pun bisa. Anywhere, anyplace, anytime,” kata Nasir di siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis 9 Agustus 2018.

Potensi mahasiswa Indonesia dapat bersaing dengan negara lain pun lebih besar dengan keleluasaan waktu dan tempat yang tidak terbatas. Peran strategis inilah yang memiliki peran untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam meningkatkan daya saing bangsa.

“Perguruan tinggi yang ada harus semakin adaptif dan makin fleksibel,” ucap Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro Semarang ini.

Baca: Minim Riset dan Inovasi Hambat Kemajuan Daerah

Menristekdikti saat itu sedang menghadiri acara penyerahanSurat Keputusan (SK) pendirian Program Studi Pendidikan Kedokteran kepada Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Kota Singaraja, Bali.

Ia berharap dengan keluarnya SK ini dapat membantu pemerataan dokter di Indonesia. "Tujuan utamanya adalah untuk pemerataan kesehatan di Indonesia ini. Harapannya Universitas Pendidikan Ganesha bisa menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang berkualitas juga," tutur Nasir.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA