Keluarga Curiga Opang Dipaksa Teman Minum Miras Oplosan

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 04 Apr 2018 12:41 WIB
miras ilegalmiras oplosan
Keluarga Curiga Opang Dipaksa Teman Minum Miras Oplosan
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta: Tewasnya empat anak muda di Beji, Depok, Jawa Barat, setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Salah satunya bagi Umi, 55, ibu dari Muhammad Muljafar yang biasa dipanggil Opang.

Umi menuturkan anaknya merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Opang dikenal pekerja keras dan pengejar ilmu. 

Kemampuannya itu terlihat setelah ayah kandungnya meninggal dunia beberapa tahun silam, ketika Opang masih duduk di bangku SMA.

"Pas lulus SMA dia bilang mau kuliah. Tapi karena waktu itu bapaknya meninggal jadi dia kerja di pabrik, selama 3 tahun," kata Umi, kepada Medcom.id, di Jalan Kober, Depok, Jawa Barat, Rabu, 4 April 2018.

Opang memilih bekerja sebagai buruh pabrik lantaran tak mau memberatkan finansial ibunya. Dia berencana mengumpulkan uang untuk melanjutkan studinya di bangku perkukiahan.

"Cuma 3 tahunlah bekerja. Terus dia bilang jenuh, mau pindah kerja," ujar Umi.

Merasa jenuh dengan pekerjaan pabriknya, Opang kemudian melamar menjadi sopir ojek daring. Dia mencoba peruntungan pada tiga perusahaan penyedia aplikasi ojek daring. Mulai dari Uber, Grab, hingga terakhir Go-Jek.

"Awalnya daftar Uber, baru sebentar terus pindah lagi ke Grab, eh pindah lagi ke Go-jek. Nah, pas kerja di Go-jek, pertengahan 2017, dia melanjutkan kuliah," beber Umi.

(Baca juga: Polisi Buru Pemasok Miras Oplosan di Duren Sawit)

Selama ini, Umi mengaku tak pernah sekalipun mendapati anaknya mabuk. Sebab, Opang dikenal sebagai anak yang cukup pintar, pendiam, disiplin, dan penurut terhadap kedua orang tuanya, terutama pada Umi.

"Jujur, saya selama kenal Opang belum pernah lihat dia mabuk atau dapat kabar dari teman-temannya kalau dia mabuk. Belum pernah saya lihat Opang keluyuran malem juga. Dia itu anaknya pinter dan aktif di sekolah," tutur dia.

Umi mencurigai anaknya itu menjadi korban ajakan dari teman-temannya untuk mengonsumsi minuman keras. Dia bilang anak muda biasanya saling ejek bila ada temannya yang menolak untuk mencoba mengonsumsi minuman keras. 

"Saya sama teman-temannya Opang juga curiga, jangan-jangan Opang dikata-katain sama teman-temannya. Mungkin dibilangin kalau minum dianggapnya pecundang atau apa," ujar dia.

Sebelumnya, pada Minggu, 1 April 2018, sekitar pukul 19.00 WIB, Opang meminta izin pada Umi pergi ke suatu tempat lantaran diajak teman-temannya. Tak lama berselang, Opang terlihat sudah kembali ke rumahnya pada Senin dini hari.

Namun sesampainya di rumah, Umi melihat ada yang aneh dari perilaku Opang yang terlihat sesak nafas. Umi akhirnya memutuskan membawa Opang ke Rumah Sakit Tugu Ibu di Cimanggis, Depok. Namun nahas, di tengah perjalanan, nyawa Opang tidak bisa diselamatkan.





(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA