Unhan akan Seminarkan Tantangan Pertahanan Terkini

Wandi Yusuf    •    Selasa, 12 Jun 2018 16:11 WIB
seminarpertahanan keamanan
Unhan akan Seminarkan Tantangan Pertahanan Terkini
Universitas Pertahanan di Kawasan IPSC Sentul, Bogor, Kamis (26/1/2017). Foto: MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Universitas Pertahanan (Unhan) kembali menggelar seminar bertaraf internasional. Seminar akan mengangkat tema 'Strengthening Defense Diplomacy to Address Common Security Challenges'. Seminar bernama Internasional Defense Science Seminar (IIDSS) ini akan berlangsung di Jakarta, 11-12 Juli 2018.

"Seminar akan membahas berbagai topik dari perspektif defense studies (kajian pertahanan) dan defense technologies (teknologi pertahanan)," kata Kepala Humas Unhan, Mutiana, melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Juni 2018.

Seminar ini diharapkan bisa memperkuat diplomasi pertahanan dalam menghadapi tantangan keamanan global terkini. "IIDSS telah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Unhan sebagai upaya memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan," katanya.

Terdapat enam topik yang akan diseminarkan tahun ini, yakni:
1. Global Diplomacy on Non Proliferation of Weapons of Mass Destruction (WMD);
2. Cracking Down Transnational Organised Crimes (TOC) in the Asean Region;
3. Terrorism and Separatism Challenges;
4. Promoting Sustainable Resources Development;
5. Sharing Best Practices and Strategies in Disaster Relief; dan
6. Media and Information Warfare.

IIDSS rencananya menghadirkan 24 pembicara nasional dan internasional yang ahli di bidang pertahanan. Beberapa di antaranya adalah dari Moscow State University, Bradford University, Rutgers University, Oxford University, Murdoch University, Chiba University, National Defence University of Malaysia, dan National Defence College of Philippines.

Baca: 24 Pakar akan Bahas Pertahanan Global di Unhan

IIDSS juga mengundang para rektor atau dekan dari beberapa Universitas Pertahanan dunia, antara lain dari Jepang, Australia, Thailand, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Seminar pun mengundang Duta Besar dan Atase Pertahanan negara sahabat, serta kepala organisasi internasional dan pemikir dari berbagai negara dunia yang bertugas di Jakarta.

Pejabat pemerintah yang akan hadir antara lain kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta organisasi internasional seperti IORA dan IAEA. Dari kalangan industri pertahanan akan hadir Brahmos Aerospace dari India, International Power Supply dari Bulgaria, dan Huawei dari Cina.

Peserta IIDSS diperkirakan berjumlah 1000 orang yang terdiri dari politisi, praktisi, pemangku kebijakan, dan civitas akademika dari multidisiplin. "Tidak hanya berasal dari Indonesia namun juga dari mancanegara," katanya.


(UWA)