Kemenristekdikti Serahkan Penyelesaian Pada UGM

Intan Yunelia    •    Jumat, 09 Nov 2018 15:12 WIB
pemerkosaan
Kemenristekdikti Serahkan Penyelesaian Pada UGM
Para aktivis menyuarakan aksi anti kekerasan seksual terhadap perempuan, MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus dugaan pemerkosaan terhadap salah satu mahasiswi kepada pihak Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemenristekdikti tak akan mengintervensi kasus ini. 

“Jadi gini, perguruan tinggi itu memiliki otonomi untuk menyelesaikan masalahnya,” kata Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Naim, usai acara penyerahan penghargaan TOP 10 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, di Jakarta Convention Center, di Jakarta, Kamis 8 November 2018.

Baca: Menteri Nasir Minta Ada Sanksi Untuk Pelaku

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini mengatakan, kasus ini sejatinya merupakan kasus lama yang sudah selesai penanganannya. Namun kembali mencuat karena salah satu tulisan di Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM, sehingga kembali memicu opini publik.

“Ada pihak yang miskomunikasi, tapi sebetulnya menurut informasi yang saya terima itu sudah selesai, dalam proses dijelaskan sehingga semua pihak clear,” terang Ainun.

Dari informasi yang didapatkan Ainun, korban sudah mendapatkan pembinaan psikologis dari psikolog. Adapun pelaku telah mendapatkan sanksi akademis dari kampus. 

“Saya dengar juga sudah ada pembinaan termasuk pinalti, punishment juga sudah ada hukumannya. Termasuk harus mewajibkan yang bersangkutan melakukan konseling juga,” ujar Ainun.

Kasus pemerkosaan HS terhadap AN mendapat perhatian sivitas akademika UGM. Puluhan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM menggelar aksi dukungan kepada AN, pada Kamis, 8 November 2018. Mahasiswa hingga sejumlah dosen membubuhkan tanda tangan serta nomor mahasiswa atau nomor pegawai di sebuah kain putih.


(CEU)