Tahun Depan Presiden Fokus Membangun Kualitas SDM

Patricia Vicka    •    Kamis, 06 Dec 2018 18:54 WIB
pendidikan
Tahun Depan Presiden Fokus Membangun Kualitas SDM
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X melambaikan tangan seusai melakukan pertemuan di Keraton Yogyakarta, ANT/Wahyu Putro.

Yogyakarta: Presiden Joko Widodo akan mengubah fokus pembangunan dari infrastruktur menjadi sumber daya manusia (SDM) di tahun depan. Mulai 2019, kualitas SDM Indonesia akan lebih ditingkatkan.

"Mulai tahun depan strategi pembangunan akan kita geser ke pembangunan SDM," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Resepsi Milad Satu Abad Madrasah Muallimin Muallimaat di Yogyakarta, Kamis 6 Desember 2018.

Demi mewujudkan hal tersebut, Jokowi berencana membangun besar-besaran dan meningkatkan kualitas sekolah serta kampus di Indonesia.  "Kita akan bangun besar-besaran untuk sekolah vokasi, politeknik. Kita sekolahkan mahasiswa kita sebayak-banyaknya ke luar negeri,"tutur Presiden.

Pihaknya juga sudah menginstruksikan percepatan pembangunan gedung madrasah Mualliman di Sedayu, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengembangan SDM tidak bisa ditunda lagi, mengingat Indonesia sudah masuk ke revolusi industri 4.0. Revolusi ini menurut Jokowi sudah mengubah landscape ekonomi, sosbud dan politik di dunia.

Baca: Pengangguran Lulusan SMK Turun 0,17 Persen

Namun pembangunan infrastruktur tetap terus berjalan. Lantaran infrastruktur dianggap penting untuk mempersatukan bangsa dan warga Indonesia. Infrastruktur juga dapat mempercepat konektivitas dan mobilitas masyarakat dan barang, Hal ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Sekarang sudah ada big data, visual reality. Harus diikuti kalau kita akan tertinggal dan kalah bersaing dengan negara lain," pungkas Jokowi yang langsung disambut tepuk tangan seluruh hadirin.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA