'Jihad' Ali Kalora Tak Lagi Relevan

   •    Rabu, 02 Jan 2019 13:50 WIB
terorisme
'Jihad' Ali Kalora Tak Lagi Relevan
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Pengamat Terorisme Ridlwan Habib menilai aksi teror yang dilakukan sempalan kelompok teroris Santoso di bawah pimpinan Ali Kalora tak lagi relevan. Secara jaringan, kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT) yang digawangi Ali Kalora sudah ditinggalkan.

"Secara jalur MIT terpisah dengan JAD (Jamaah Ansarud Daulah) karena setelah kematian Santoso mereka tidak dianggap strategis lagi membangun qoidah aminah di Poso dan Tamanjeka," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 2 Januari 2019.

Menurut Ridlwan kondisi jaringan teroris semasa Santoso dengan Ali Kalora jauh berbeda. Jika dulu Santoso mampu memanggil gerilyawan dari berbagai wilayah Indonesia, saat ini hal itu tidak lagi mudah untuk dilakukan. 

Ridlwan mengatakan apa yang dilakukan oleh Ali Kalora bersama pengikutnya tak lebih dari mempertahankan ego semata. Andai keberadaannya masih didukung, suplai senjata, logistik, sampai dengan simpatisan akan tetap diberikan.

"Kenyataannya setahun lebih begitu saja tidak ada reinforcemen, senjata baru engggak ada, karenanya saya sebut jemaah ini sudah ditinggalkan oleh pusatnya. Ali Kalora mau berbuat apa lagi?" kata dia.

Ridlwan menilai Ali Kalora bukanlah seorang kombatan, ideolog, atau sosok yang terampil membuat strategi serangan layaknya Santoso. Karenanya pengaruh Ali terhadap para pengikut Santoso tidak begitu kuat.

Oleh kelompok besarnya, tambah dia, Ali sudah tidak lagi dianggap dan cenderung ditinggalkan. Terlebih ketika Santoso ditembak mati dan anak buahnya yakni Basri ditangkap Satgas Tinombala, Ali Kalora tak lagi punya kekuatan.

"Buat apa lagi melakukan kekerasan di hutan sementara khilafah daulahnya sudah tidak mengakui representasi kelompok ini. Dia seperti menjaga ego saja," pungkasnya.




(MEL)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA