Kronologi Ledakan di Mal Taman Anggrek

Ilham Pratama Putra    •    Jumat, 22 Feb 2019 18:19 WIB
Ledakan di Mal Taman Anggrek
Kronologi Ledakan di Mal Taman Anggrek
Suasana kerusakan akibat ledakan yang terlihat dari luar Mal Taman Anggrek, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat mengungkapkan kronologi ledakan gas di food court lantai 4 Mal Taman Anggrek, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi menyimpulkan insiden ini murni karena kelalaian dua pegawai PT Mulia Inti Pelangi, berinisial K dan F. 

Petaka bermula ketika kedua petugas pemelihara instalasi liquified petroleum gas (LPG) itu melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam memindahkan meteran gas dari food court di lantai 4 ke lantai 2, Rabu, 20 Februari 2019. Kesalahan teknis ini menyebabkan kebocoran gas. 

"Kedua petugas ini melihat ada tiga tenant (penyewa) yang siap untuk dicopot. Namun, ternyata dopnya hanya tersedia dua. Lalu keduanya berspekulasi, artinya hanya cukup dengan tuas yang satu ini tidak perlu ditutup," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, di Polres Jakarta Barat, Jumat, 22 Februari 2019. 

Saat K dan F turun ke lantai 2 untuk memasang instalasi di food court yang baru, salah satu pegawai Depot Betawi di lantai 4 mencoba menghidupkan kompor, tetapi tidak ada aliran gas. Dia lantas membuka tuas itu dan terjadilah kebocoran gas dan ledakan, pukul 10.30 WIB.

"Ternyata salah satu pegawai depan Depot Betawi datang ke lokasi yang sudah dicopot meterannya ini. Lalu dia mencoba menghidupkan kompor, ternyata tidak hidup. Akhirnya tuas ini dibuka. Akibatnya itu gas keluar dengan deras, enggak lama kemudian dia keluar minta bantuan security, tidak lama terjadilah ledakan," jelas dia.

Tersangka K dan F pun dikenai Pasal 360 KUHP dan Pasal 188 KUHP karena kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka berat dan menyebabkan ledakan. Keduanya terancam pidana maksimal lima tahun penjara. 

Baca: Tenaga Teknik Mal Taman Anggrek Diperiksa

Ledakan di Mal Taman Anggrek ini melukai tujuh orang, yaitu FS, AS, NF, NR, DS, SP, dan IS. Mereka dirawat di Rumah Sakit Royal Taruma, Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat. 

Korban FS terkena luka robek pada kaki sebelah kiri dan kepala. Kemudian, AS mengalami luka bakar 20 persen pada tangan kanan kiri, kaki kanan kiri, dan wajah. Korban lainnya, NF, mengalami luka bakar 20 persen pada tangan kanan, kiri, telapak kaki kanan kiri, dan wajah.

Selanjutnya, NR terkena luka bakar 27 persen di telapak kaki kanan kiri dan wajah. DS mengalami luka robek di lengan tangan kanan. Lengannya itu dijahit dengan lima jahitan. SP mengalami luka pada jari sebelah kiri. Sementara itu, IS mengalami trauma pada bahu kiri dan patah pergelangan pada kaki sebelah kanan.
(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA