Kemensos Luncurkan Aplikasi Koperasi Digital

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 12 Mar 2019 19:06 WIB
Berita Kemensos
Kemensos Luncurkan Aplikasi Koperasi Digital
Kemensos meluncurkan aplikasi koperasi digital bernama Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan aplikasi koperasi digital bernama Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS). 

Peluncuran dipimpin oleh Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi para pejabat Eselon I di kantor pusat Kemensos, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.

KJMIS dinilai dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Selain itu, peluncuran KJMIS juga sejalan dengan program non tunai yang sedang dijalankan pemerintah. 

"KJMIS merupakan badan usaha bentuk koperasi sesuai keputusan Menteri Koperasi dan UKM. KJMIS merupakan koperasi primer nasional yang akan merangkul koperasi yang sudah ada," ujar Agus.

Agus menjelaskan, anggota KJMIS diposisikan sebagai pemilik dan pelanggan abadi. Anggota yang loyal diharapkan dapat memanfaatkan KJMIS sebagai tempat berbelanja. Anggota KJMIS yang berbelanja di e-Warong akan diberi potongan harga atau bonus.

Belanja anggota akan menjadi perhitungan pembagian sisa hasil usaha yang akan diterima. Selanjutnya, KJMIS akan membagikan sisa hasil usaha selama setahun kepada anggotanya.



"Ini membuktikan bahwa identitas KJMIS telah melakukan kegiatan bisnis dari anggotanya dan keuntungan dibalikkan kepada anggota. Hal ini sekaligus kami percaya penyaluran bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Selain itu, para anggota juga bisa mengembangkan usahanya melalui KJMIS. "Sebagai anggota, dia punya hak meminjam modal dari koperasi agar bisa memulai jenis usaha yang ingin dia lakukan dan kembangkan," kata Agus.

Salah satu inovasi dalam koperasi ini adalah penyaluran transportasi. Penyaluran Bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menggunakan online, sehingga KPM tidak perlu ke e-Warong lagi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andy ZA Dulung mengatakan anggota KJMIS terbuka untuk masyarakat umum, termasuk KPM. Para pendamping akan diarahkan untuk menggerakkan KPM menjadi anggota KJMIS.


Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andy ZA Dulung 

"Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang menjadi anggota adalah KPM dalam Basis Data Terpadu (BDT). Artinya, 40 persen orang bawah plus orang pemerhati dalam pemberdayaan itu. Ya, kita ini semua," kata Andy. 

Anggota KJMIS sampai saat ini hampir mendekati seribu orang. Jakarta dipilih sebagai pilot project pada saat ini. Jika berhasil, KJMIS akan diberlakukan di berbagai daerah. 

"Ini kan belum sebulan pendaftaran. Soft launching di Nunukan, Januari 2019. Waktu itu baru satu fiturnya. Sekarang, fiturnya 80 persen, makanya Pak Menteri minta luncurkan. Setelah 100 persen, kami akan grand launching," kata Andy menjelaskan. 

Lebih lanjut, Andy menegaskan fungsi KJMIS sama seperti koperasi pada umumnya. "Pada dasarnya, seperti koperasi pada umumnya. Cuma karena kita nasional, untuk seluruh Indonesia, maka tidak bisa kalau tidak pakai aplikasi. Bagaimana menghitung jutaan orang kalau pakai buku manual. Jadi, harus pakai aplikasi," tuturnya.




Fokus pada Penguatan Pendamping  

Mensos Agus Gumiwang mengapresiasi kontribusi para pendamping bansos pangan, Korteks, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dalam menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,6 persen. Mereka berperan agar penyaluran bansos tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Agus dalam acara Penguatan Kapasitas SDM-PFM usai peluncuran KJMIS. Tantangan menekan angka kemiskinan semakin besar, sehingga diperlukan penguatan kepada para pendamping agar memperoleh kinerja yang lebih baik lagi.

"Teman-teman Korteks dan TKSK merupakan pilar dan kunci dari keberhasilan program pemerintah, khususnya BPNT. Kami percaya BPNT yang merupakan program unggulan kami berkontribusi mengurangi kemiskinan," ucap Mensos Agus.



(ROS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA