Penyederhanaan SKS untuk Efisiensi Proses Pendidikan

Intan Yunelia    •    Kamis, 06 Dec 2018 14:03 WIB
Pendidikan Tinggi
Penyederhanaan SKS untuk Efisiensi Proses Pendidikan
Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Na'im, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berwacana akan menyederhanakan Satuan Kredit Semester (SKS). Penyederhanaan bertujuan menciptakan efisiensi pada proses pendidikan tinggi di Indonesia.

“Esensinya kita ingin melihat tingkat efisiensi dari proses pendidikan kita,” kata Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dalam acara Simposium Nasional Aktuaria di Era Revolusi Industri 4.0, di Hotel Atlet Century, di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Penyederhanaan SKS ini masih belum bisa dipastikan akan bisa diterapkan dalam tahun ajaran depan. Karena hingga saat ini belum ada kesimpulan dari diskusi dengan lembaga terkait.

“Kita belum sampai pada kesimpulan . Kita harus tetap me-review efisiensi pendidikan. Karena kalau menahan mahasiswa bertahun-tahun di kampus kan rugi,” ungkap Ainun.

Baca: Rektor IPB: 128 Jumlah SKS Ideal

Menurutnya, SKS pada tingkat strata satu di luar negeri rata-rata sekitar 120 SKS, jauh berbeda dibanding Indonesia yang mencapai 144 SKS. Namun, walaupun berbeda jumlah SKS ini, konten pembelajaran antara luar negeri dan di Indonesia kurang lebih sama. 

"Kredit setiap tahunnya tidak perlu diperbanyak. Esensinya kita ingin melihat tingkat efisiensi dari proses pendidikan kita,"ujar Ainun

Ainun mencontohkan, mata kuliah Matematika satu dan Matematika dua, itu berbeda SKS. Jika dijumlah ada enam SKS. Jumlah ini tak efisien, melihat konteksnya yang sama. Tapi di negara lain Matematika hanya tiga SKS.

"Tapi isinya sama dengan enam SKS. Yang penting tidak mengurangi apa yang disampaikan," tuturnya. 


(CEU)