Habibie: Peneliti Sekarang Harusnya Lebih Hebat dari Saya

Husen Miftahudin    •    Jumat, 10 Aug 2018 12:41 WIB
Hakteknas 2018
Habibie: Peneliti Sekarang Harusnya Lebih Hebat dari Saya
Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie, Medcom.id/Husen Miftahudin.

Pekanbaru: Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie menyampaikan riset dan inovasi yang dihasilkan saat ini seharusnya melebihi karya-karyanya. Pasalnya, peneliti saat ini bisa melakukan riset dengan fasilitas yang dianggap lebih lengkap ketimbang dirinya kala itu.

"Anda (peneliti) harusnya lebih hebat dari Habibie. Karena fasilitas inovasi lengkap, gizi lengkap, lingkungan juga lengkap," ujar Habibie dalam kegiatan ilmiah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 di Hotel Labersa, Pekanbaru, Kamis, 9 Agustus 2018.

Habibie berpandangan strategi dan kebijakan pengembangan riset dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dan lembaga litbang (penelitian dan pengembangan) harus sesuai dengan kebutuhan industri. Industri menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga riset dan inovasi terus berkembang sesuai kebutuhan pasar.

"(Riset dan inovasi) kita arahkan kepada kebutuhan rakyat. Itu akan berkembang jikalau kita mengembangkan dasar-dasar pemikiran dari ekonomi pasar Pancasila," tegas Habibie.

Baca: Menristekdikti: Struktur Organisasi Kampus Gemuk Sekali

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengajak peneliti dan perekayasa mengembangkan kapasitas dalam menginisiasi, menerapkan, dan mengembangkan fokus riset.

Peneliti, lanjutnya, juga dituntut untuk lebih kreatif dalam berinovasi sehingga mampu memperkuat struktur industri nasional. Hal tersebut sebagai persiapan dalam menghadapi era industri 4.0.

"Mudah-mudahan dalam era revolusi industri 4.0, integrasi antara digital, fisik, dan manusia betul-betul mendorong ekonomi Indonesia dalam kaitanya dengan ekonomi digital. Sehingga tidak lagi pertumbuhan ekonomi kita berbasis pada sumber daya alam, tetapi berbasis pada knowledge dan teknologi," ungkap Nasir.

Di sisi lain, akunya, pemerintah telah menetapkan 10 fokus penelitian dalam menghadapi era industri 4.0. Di antaranya bidang pangan dan pertanian, kesehatan dan obat-obatan, information and comunication technology (ICT), transportasi, teknologi maju, teknologi pertahanan, energi baru terbarukan, maritim, manajemen kebencanaan, serta sosial humaniora, budaya, dan pendidikan.

"Dengan itu harapannya para peneliti fokus pada bidang-bidang riset yang telah disepakati bersama. Mudah-mudahan bisa membangun ekonomi Indonesia ke depan," pungkas Nasir.
(CEU)