Pemerintah Disarankan Membuat Sistem Informasi Ketersediaan Fasilitas Kesehatan

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 16 Jun 2017 18:02 WIB
berita dpr
Pemerintah Disarankan Membuat Sistem Informasi Ketersediaan Fasilitas Kesehatan
Ilustrasi: Sejumlah pasien tengah dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta (Foto:Metrotvnews.com/llham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengusulkan agar pemerintah mengembangkan sistem informasi terkait ketersedian ruang perawatan di fasilitas kesehatan. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui ketersediaan ruang perawatan dan fasilitas kesehatan di seluruh rumah sakit.

Hal itu disampaikan Saleh mengomentari musibah yang menimpa Hari Kustanti dan Reny Wahyuni. Pasangan suami istri itu harus merelakan kepergian bayi perempuannya akibat terlambat mendapatkan penanganan medis, setelah ditolak oleh tujuh rumah sakit.

"Kemarin itu, ada tujuh rumah sakit. Didatangi semua. Semua mengatakan penuh. Kan agak aneh itu," kata Saleh dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Juni 2017.

Politikus PAN itu mengungkapkan, dengan sistem informasi diharapkan mempermudah pelayanan kesehatan, termasuk untuk menentukan rujukan ke fasilitas kesehatan lain bila memang diperlukan.

"Jika ada sistem informasi keterbukaan ketersediaan ruang perawatan, kan tidak perlu ke sana kemari. Kita bisa langsung menentukan ke mana harus pergi. Tentu cara ini akan banyak menolong orang-orang sakit," ungkap dia.

Baru-baru ini ramai diberitakan, seorang ibu hamil, Reny Wahyuni, di Bekasi, Jawa Barat, terlunta-lunta. Ibu yang kondisinya kritis itu tidak mendapatkan penanganan medis sama sekali.
 
Dia dilarikan ke tujuh rumah sakit yang berbeda selama tiga hari. Semua rumah sakit yang berada di wilayah Bekasi itu menolaknya dengan alasan ruang ICU penuh.
 
Akhirnya, Reny dibawa ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Di sana, ia mendapatkan penanganan medis, yaitu melahirkan melalui operasi caesar. Namun sayangnya, nyawa sang bayi tidak tertolong. Sementara, sang ibu kondisinya dilaporkan masih kritis.


(ROS)