BNPB Kirim Dua Helikopter Atasi Banjir di Belitung

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Jul 2017 06:56 WIB
banjir
BNPB Kirim Dua Helikopter Atasi Banjir di Belitung
Ilustrasi banjir. MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penanganan banjir yang melanda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur terus dilakukan. Kali ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua helikopter jenis MI-17 dan Bolco untuk mendistribusikan bantuan.

"Selain itu BNPB juga mengirimkan bantuan logistik senilai 567,4 juta rupiah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Senin 17 Juli 2017.

Tak hanya itu, kata Sutopo, bantuan berupa barang juga terus dikirim, seperti makanan siap saji, lauk pauk, sandang, selimut, karung pasir, kidware, family kit, peralatan dapur, tenda gulung dan lainnya. Bantuan dikirim menggunakan pesawat cargo.

Menurut Sutopo, helikopter MI-17 berkapasitas besar yang mampu mengangkut personil dan logistik. Sedangkan helikopter Bolco juga dapat digunakan untuk kaji cepat, angkut personil, dan logistik menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Saat ini Kepala BNPB Willem Rampangilei telah berada di lokasi banjir di Belitung Timur bersama Wakil Gubernur Bangka Belitung, Bupati Belitung, dan Bupati Belitung Timur. Willem memberikan arahan untuk mengaktifkan posko darurat.

Belum adanya BPBD di Belitung Timur menyebabkan kendala dalam koordinasi dan komando penanganan darurat. BPBD Provinsi Bangka Belitung diminta agar terus membantu pemda dan akan dibantu penuh BNPB.

Hingga saat ini ribuan jiwa mengungsi akibat banjir. Data sementara terdapat 3.737 jiwa mengungsi di Belitung Timur. Pendataan masih terus dilakukan.

Penyebab banjir di Belitung dan Belitung Timur disebabkan oleh kombinasi antara faktor antropogenik dan alami menyebabkan banjir besar. Hujan yang turun di wilayah Belitung tergolong ekstrem sehingga menimbulkan banjir besar.

Berdasarkan data BMKG terukur curah hujan pada 15 Juli 2017 di stasiun Kelapa Kampit sebesar 306 mm/hari, Air Asam 290 mm/hari, Membalong 302 mm/hari, Perawas 128 mm/hari, dan Sijuk 82 mm/hari. Selain itu kerusakan DAS akibat pertambangan dan konversi lahan menjadi perkebunan makin meningkatkan kerentanan.

Sebagaimana diketahui, beberapa wilayah di enam kecamatan di Kabupaten Belitung Timur terlanda banjir sejak Minggu 16 Juli 2017, meliputi Kecamatan Simpang Renggiang (Desa Renggiang), Kecamatan Simpang Pesak (Desa Pesak), Kecamatan Gantung (Desa Selingsing, Batu Penyu, Aik Ruah), Kecamatan Manggar, Kecamata Damar (Desa Aik Kelik, Mempayak, Sukamandi, Balok), dan Kecamatan Kelapa Kampit (Desa Mayang). Hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan menjadi faktor utama penyebab banjir.


(DRI)