PENABUR International Choir Festival tak Sekadar Kompetisi

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 06 Sep 2017 14:40 WIB
festival musik
PENABUR International Choir Festival tak Sekadar Kompetisi
Pembukaan Penabur International Choir Festival 2017. Foto: MTVN/Anggitondi Martaon

Metrotnews.com, Jakarta: BPK PENABUR Jakarta kembali menggelar PENABUR International Choir Festival (PICF) 2017. Kompetisi paduan suara ini digelar pada 5-9 September, diikuti 131 grup dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Ketua BPK PENABUR Jakarta Adri Lazuardi mengatakan PICF berbeda dengan festival paduan suara umumnya. PICF memberikan kesempatan kepada seluruh peserta belajar mengembangkan diri.

"Memang bukan hanya soal perlombaan, tapi menambah ilmu pengetahuan dan itu bagian yang ingin kami ajarkan," kata Adri di sela persiapan pembukaan PICF 2017 di Boulevard Bukit Gading Raya A5-8, Jakarta, Selasa 5 September 2017.

Adri menyebutkan, di PICF 2017 disediakan choir clinic. Dalam kesempatan itu, peserta mendapat penjelasan dari para juri terkait paduan suara yang baik. "Sehingga mereka bisa menjadi paduan suara yang lebih baik lagi," lanjut dia.


Peserta PENABUR International Choir Festival 2017 mendapatkan bimbingan dari dewan juri.

Juri dari Indonesia ada Ivan Yohan, Joseph Kristanto Pantioso, dan Roynaldo Saragih. Panitia juga mendatangkan juri dari luar negeri seperti Paul Smith dari Inggris, Albert Tay (Singapura), Dang Chau Anh (Vietnam), Dennis Gregory A Sugarol (Filipina), Janis Liepins (Latvia), Mark O Leary (Australia), dan Susana Saw (Malaysia).

Adri menjelaskan, ini kompetisi paduan suara ketiga yang diadakan BPK PENABUR Jakarta.

"Yang berbeda, tahun ini kami menyelenggarakan dalam konteks internasional yang diikuti oleh 16 provinsi di Indonesia, dua negara asing yaitu Malaysia dan Filipina," sebut dia.

Ia berharap, kegiatan ini bisa memompa semangat para peserta membuat kelompok paduan suara yang memiliki kualitas tinggi. Ke depan, kualitas paduan suara yang dimiliki oleh Indonesia diharapkan semakin meningkat.

"Dengan kegiatan internasional kami berharap sekolah-sekolah PENABUR belajar juga dari para juri musik yang kami undang hadir di dalam kegiatan ini," tandas dia.

Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR Robert Robianto menyebutkan, peserta akan mendapatkan banyak pelajaran karakter melalui paduan suara. "Ada dinamika, ada kebersamaan. Kalau ada yang sakit bagaimana kebersamaannya. Jadi sangat penting sekali itu," kata Robert.

Robert mengatakan, butuh pengorbanan besar untuk menyelenggarakan festival paduan suara. Anggaran yang digunakan tidak sedikit. Namun hal itu tidak jadi halangan, karena Yayasan BPK PENABUR ingin berkontribusi besar terhadap pembentukan dan meningkatkan kualitas karakter anak bangsa.

Dia berharap, kualitas kompetisi paduan suara di PENABUR semakin meningkat. Jika perlu, kata Robert, kompetisi paduan suara diawali proses seleksi.

"Seperti sepak bola, harus melewati babak penyisihan dulu. Kalau ikut melalui babak penyisihan berarti kompetisinya sudah bagus," kata Robert.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Arie Budhiman sangat mengapresiasi Yayasan BPK PENABUR karena berkontribusi besar dalam membentuk dan mengembangkan karakter anak bangsa. Menurutnya, apa yang dilakukan Yayasan BPK PENABUR harus menjadi contoh bagi pihak lain agar ikut serta mengembangkan kompetensi anak bangsa.



Roynaldo Saragih menilai setiap penyelenggaraan kompetisi paduan suara oleh BPK PENABUR Jakarta sangat berkualitas. Dia meyakini, tingkat kompetisi tahun ini semakin tinggi.

"Kualitas ketika sebelum internasional pun sudah sangat tinggi. Lalu di tahun ini, standarnya tentu lebih tinggi," kata Roy.

PENABUR International Choir Festival 2017 resmi dibuka Selasa malam 5 September di Boulevard Bukit Gading Raya A5-8. Pembukaan dihadiri Arie Budhiman, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan tamu kehormatan lainnya. Di pintu masuk, mereka disambut Tari Ondel-ondel.

Dalam acara pembukaan, para tamu undangan juga menikmati kolaborasi tarian adat dari berbagai daerah, seperti Papua, Kalimantan, Minangkabau, dan Jawa. Tarian daerah itu diiringi musik gamelan yang dimainkan murid-murid dari PENABUR .

PICF 2017 dibagi dalam beberapa kategori, yakni tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan beberapa kategori lainnya.

 



 



(TRK)

KPK Tunggu Pemberitahuan Praperadilan Fredrich

KPK Tunggu Pemberitahuan Praperadilan Fredrich

5 hours Ago

Hingga kini KPK masih fokus menuntaskan proses penyidikan kasus merintangi perkara korupsi KTP-…

BERITA LAINNYA