Kerumunan Kerap Mencetuskan Kekerasan

   •    Jumat, 15 Sep 2017 08:58 WIB
kekerasan
Kerumunan Kerap Mencetuskan Kekerasan
Ilustrasi. (ANTARA/Yusran)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus kekerasan fisik, main hakim sendiri hingga serangan salah sasaran belakangan kerap terjadi. Namun umumnya, para pelaku justru tak saling mengenal dan serangan terjadi secara spontan.

Sosiolog Devie Rachmawati menilai, serentetan peristiwa tersebut umumnya terjadi ketika masyarakat sudah kehilangan rasionalitasnya. Mereka terjebak dalam emosi sesaat ketika berada dalam kerumunan.

"Mentalitas kerumunan itu dalam studinya hanya butuh 5 persen dari kerumunan untuk menginisiasi suatu tindakan, misalnya kekerasan. 5 persen orang ini kemudian dengan mudah menularkan semangat kekerasan itu terhadap 95 persen orang di sekelilingnya," ujar Devie, dalam News Story Insight (NSI), Kamis 14 September 2017.

Padahal, kata Devie, jika kita masuk ke kelompok yang hendak melakukan kekerasan tadi, ketika ditanyakan ke masing-masing individu, tidak ada satu pun orang yang ingin melakukan kekerasan. Anonimitas salah satu sebab orang ikut-ikutan.

Devie mengatakan ketika seseorang sudah menjadi kesatuan dalam kelompok, orang tidak akan mengenali dirinya sendiri. Mereka sudah tersamarkan oleh keramaian sehingga tindakan yang dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah atau tidak akan dilakukan justru akan dilakukan.

Berita-berita soal kekerasan pun secara tidak langsung akan memengaruhi alam bawah sadar seseorang bahwa di sekelilingnya sudah tidak aman. Karenanya, bisa dikatakan bahwa kekerasan juga terjadi karena faktor penularan.

"Setiap orang berupaya melepaskan ketakutan yang mereka rasakan akibat berita-berita yang selama ini menghantui mereka," katanya.

Selain terbawa arus keramaian, pemicu lain sekelompok orang yang tak saling kenal melakukan kekerasan adalah karena upaya privatisasi dan pengamanan. Artinya, semangat untuk membela atau mendapatkan hak-hak orang yang dianggap dihakimi orang lain membuat masyarakat menjadi mudah tersulut emosinya.

"Bahkan misalnya tren untuk mengamankan diri melalui kekuatan jalanan. Masyarakat bisa menginisiasi itu, niat awalnya sama, ingin membantu memberikan keamanan," ungkap Devie.




(MEL)

Bekas Bos Gunung Agung Dipanggil KPK

Bekas Bos Gunung Agung Dipanggil KPK

12 minutes Ago

Made Oka Masagung akan dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elekt…

BERITA LAINNYA