Penyusunan Anggaran Kemensos Dinilai Belum Berpihak kepada Fakir Miskin

M Studio    •    Rabu, 19 Oct 2016 14:39 WIB
berita dpr
Penyusunan Anggaran Kemensos Dinilai Belum Berpihak kepada Fakir Miskin
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis (Foto:Dok.DPR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana anggaran yang disusun Kementerian Sosial (Kemensos) tahun 2017 dianggap belum mencerminkan keberpihakan terhadap fakir miskin, kaum disabilitas, dan perlindungan anak.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Komisi VIII memahami upaya penghematan anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden, tak terkecuali di tubuh Kemensos. Namun, seharusnya penghematan itu jangan dibebankan kepada sektor yang krusial.

"Pemangkasan anggaran jangan sampai berdampak buruk terhadap pencapaian kinerja, perluasan, dan jangkauan program bagi kalangan fakir miskin, kaum disabilitas, dan bagi perlindungan anak. Seharusnya anggaran untuk mereka tidak perlu dikorbankan, karena ketiganya telah diamanahkan oleh undang-undang untuk dilaksanakan,” kata Iskan, di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Selain pemotongan terhadap tiga kategori di atas, Kemensos juga berencana memotong anggaran untuk penanggulangan bencana, sekitar  50 persen. Padahal, berdasarkan data Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), terdapat sekitar 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang rawan terjadi bencana.

"Pemotongan anggaran untuk  bencana ini akan menyulitkan Kementerian Sosial dalam menanggulangi bencana jika terjadi secara tiba-tiba di beberapa daerah,” kata wakil rakyat dari Fraksi PKS dapil Sumatera Utara II ini.

Program RTLH (Rumah Tinggal Layak Huni) yang selama ini menjadi salah satu program penanggulangan kemiskinan  nyata Kemensos di masyarakat, juga dialihkan kepada Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Padahal, menurut Iskan, secara filosofi pembangunan rumah untuk program RTLH berbeda dengan pembangunan rumah yang selama ini gencar dilakukan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

"Dalam program RTLH yang selama ini ditangani Kemensos, filosofinya adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan fakir miskin dengan rehabilitasi tempat tinggal yang tidak layak huni. Bukan hanya bertujuan membangun fisik seperti rumah susun yang selama ini dilakukan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat,” kata Iskan.


(ROS)