Hoaks di WA Bisa Ditangani Melalui Registrasi Kartu

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 13 Nov 2017 15:17 WIB
telekomunikasi
Hoaks di WA Bisa Ditangani Melalui Registrasi Kartu
Ilustrasi: Pedagang meregistrasi kartu prabayar pada gerai miliknya di Mall Ambasador, Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta: Registrasi kartu SIM dianggap bisa mencegah hoaks atau berita palsu di WhatsApp (WA). Pendaftaran nomor kartu keluarga (KK) dan nomor induk kependudukan (NIK) disebut sebagai senjata ampuh memberantas hoaks.

"Ini untuk mencegah hoaks juga, terutama di aplikasi yang berbasis nomor seluler," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh di Bandung, Minggu, 12 November 2017.

Menurut dia, berita bohong saat ini tak hanya beredar di media sosial saja. Aplikasi percakapan juga banyak disatroni hoaks, terutama di grup WA maupun platform serupa seperti Telegram atau Line. 

Dengan registrasi, kata dia, sumber hoaks dapat dengan mudah dilacak. Zudan menyebut pemerintah memperhitungkan langkah strategis ini. "Kita ingin meminimalisasi berita bohong juga," ungkap dia.

Dia juga menganalisa mengenai banyaknya hoaks terkait registrasi kartu seluler ini yang dituding bisa disalahgunakan karena menyangkut data pribadi. Bahkan, ada yang mengabarkan data penduduk dimanfaatkan untuk pileg, pilpres 2019.

Baca: 55 Juta Pengguna Registrasikan Kartu SIM

Dia menilai, jika ditelaah dengan akal sehat, pemerintah tak perlu meminta data dari registrasi. Pasalnya, semua data telah terkumpul di Dukcapil. "Ngapain minta, kan semua data sudah di kami," jelas Zudan.

Mantan Kepala Biro Hukum Kemendagri ini mengingatkan masyarakat tak perlu takut untuk registrasi. Ia juga meminta waktu registrasi dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februaru 2018 digunakan sebaik-baiknya.

"Tak perlu terburu, tapi juga jangan mengambil kesempatan di hari terakhir," pungkas Zudan.


(OGI)