Pembakaran Markas Polisi Teknik Baru Serangan Teror

   •    Selasa, 14 Nov 2017 10:10 WIB
terorismepolisiradikalisme
Pembakaran Markas Polisi Teknik Baru Serangan Teror
Petugas pemadam kebakaran, memadamkan api yang membakar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, MInggu (12/11/2017). (Foto: ANTARA/ Eko Pangestu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Terorisme Ridwan Habib menyebut pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, merupakan teknik baru serangan teror yang ditujukan kepada polisi. Baru kali ini, kata Dia, aksi pembakaran dilakukan sedemikian masif hingga membakar habis sebuah gedung.

"Teknik baru. Mereka sudah mempersiapkan supaya tidak dapat dipadamkan, bahkan mereka serang polisi yang berusaha memadamkannya dengan panah," kata Ridwan, dalam Prime Talk, Senin 13 November 2017.

Ridwan pun meyakini bahwa jika dilihat dari hasil pembakaran yang menghanguskan hampir seluruh bagian gedung, aksi ini sudah direncanakan jauh hari. Tak hanya menggunakan busur panah sebagai senjata, para terduga yang tewas pun sudah siap dengan kostum 'siap mati' bahkan sepucuk surat sebagai pesan.

Hal menarik lainnya adalah salah satu dari terduga penyerang yang tewas disebut merupakan putra dari salah seorang perwira polisi. Fakta ini, kata Ridwan, membuka mata banyak pihak bahwa ideologi radikal dan terorisme ISIS bisa masuk ke siapa saja.

"Putra seorang perwira polisi bisa menyerang polisi. Artinya ISIS meracuni seorang anak untuk membunuh bapaknya, merusak kantor bapaknya, jahat sekali ideologi ini," kata Ridwan.

Tak hanya seorang putra perwira, salah satu terduga berinisial ES ini juga merupakan lulusan sarjana salah satu perguruan tinggi di Jambi. Artinya, ISIS mampu mencekoki calon penerus bangsa yang sebenarnya memiliki masa depan cerah namun lebih memilih aksi bunuh diri dengan dalih jihad.

Ridwan pun menduga ES tak hanya berperan sebagai eksekutor namun juga ikut dalam perencanaan. Terduga ES secara teknis menyiasati kelemahan pengawasan keamanan di markas sebelum melakukan serangan.

"Memang dari sisi dukungan resources Polri ini sangat kurang, apalagi Polres Dharmasraya yang mungkin CCTV dan jumlah personelnya kurang. Tentu mereka (Kelompok teror) survei dulu, titik lemahnya sudah dipetakan (lalu melancarkan aksi)," jelasnya.




(MEL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

2 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA