IPB Beri Advokasi Penuh untuk Profesor Bambang

Guru Besar Jadi Saksi Ahli Harus Dilindungi

Intan Yunelia    •    Rabu, 10 Oct 2018 20:10 WIB
Profesor Digugat
Guru Besar Jadi Saksi Ahli Harus Dilindungi
Rektor IPB, Arif Satria, Medcom.id/Citra Larasati.

Jakarta: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria mengecam gugatan terhadap Profesor IPB, Bambang Hero Saharjo yang menjadi saksi ahli kasus kebakaran hutan. IPB akan memberi advokasi penuh kepada guru besarnya itu. 

"Kriminalisasi terhadap saksi ahli di pengadilan, adalah langkah yang sama sekali tidak tepat dan merusak tatanan hukum," kata Arif kepada Medcom.id, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jika kasus ini dibiarkan, maka ia pastikan tidak akan ada guru besar yang bersedia menjadi saksi ahli lagi. Pemerintah juga harus turun aktif, melindungi para guru besar yang menjadi saksi ahli.

"Lebih-lebih saksi ahli yang bersaksi dalam membela negara,"ucap Arif.

Baca: Profesor IPB: Saya Bukan "Pelacur" Ilmu

Dengan kasus ini, ia menuturkan perlindungan dosen harus semakin diperkuat. Arif mengusulkan adanya peraturan pemerintah khusus yang melindungi dosen.

"Pemerintah perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah perlindungan dosen dan guru, sebagai implementasi UU Dosen dan Guru," terang Arif.

Meskipun sebelumnya,  ada Pasal 66 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.  Di sana menyebutkan "Setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, tidak dapat dituntut secara pidana, maupun digugat secara perdata".

Begitupun dalam Pasal 76 UU No 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. UU tersebut mengatakan 'Pelapor dan informan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata atas laporan dan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya.

Hingga Rabu, 10 Oktober 2018 pukul 20.07 WIB, jumlah dukungan untuk Profesor Bambang Hero Saharjo yang dituangkan dalam petisi di situs Change.org.id sudah mencapai angka 49.437 tanda tangan.  Profesor IPB tersebut saat ini tengah menghadapi gugatan, dari PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) sebesar Rp510 miliar.


(CEU)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA