Pemerintah Belum Gunakan Pinjaman dari Luar Negeri

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 09 Jan 2019 14:56 WIB
pinjaman luar negeri
Pemerintah Belum Gunakan Pinjaman dari Luar Negeri
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Pemerintah belum menggunakan dana pinjaman dari luar negeri untuk proses rekontrusksi dan rehabilitasi pasca-bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Palu, Sulawesi Tengah. Dana yang ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai masih cukup untuk menangani masalah tersebut.

"Sebagian iya (opsi pinjaman sudah diterima). Tapi (dananya) belum diambil karena kita masih sanggup tangani sampai dengan relokasi besar-besaran itu, karena kita membutuhkan anggaran yang cukup besar," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai rapat soal percepatan evaluasi dan penyelesaian masalah di NTB dan Palu, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini, pemerintah harus mengucurkan dana hingga triliunan rupiah. Terbesar dana digunakan untuk penanganan bencana gempa dan tsunami di Palu.

Baca: Pemerintah akan Menambah Rumah Tahan Gempa

Dia tak khawatir kekurangan dana. Pasalnya, sudah banyak negara yang menawarkan pinjaman dana. Termasuk dari World Bank. "Banyak tawaran untuk memfasilitasi itu, selama 30 tahun. Jadi itu tidak akan memberatkan," ucap dia.

Rekonstruksi dan rehabilitasi di lokasi terdampak bencana telah berjalan. Pemerintah akan mengebut pembangunan hunian sementara untuk merelokasi para pengungsi.

Bahkan, kata dia, pemerintah sudah membangun sepertiga dari total 12 ribu huntara yang dibutuhkan di Sulawesi Tengah. "Jadi (pembangunan huntara) berjalan terus," ujar dia.


(YDH)