Evakuasi Dihentikan, Masyarakat Akan Direlokasi

Putri Anisa Yuliani    •    Selasa, 09 Oct 2018 16:14 WIB
Gempa Donggala
Evakuasi Dihentikan, Masyarakat Akan Direlokasi
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho: MI/Putri Yuliani.

Jakarta: Tokoh masyarakat di Sulawesi Tengah menginginkan agar evakuasi korban gempa bumi dan tsunami dihentikan. Pendapat ini mengemuka dalam rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pemda Sulteng, Palu, Donggala, Sigi, Parigi Mutong, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dari rapat tersebut masyarakat menginginkan tiga lokasi direlokasi. Ketiga lokasi tersebut yaitu, yakni Perumahan Balaroa, Kelurahan Petobo dan Kelurahan Jono Oge.

Ketiga lokasi tersebut tenggelam karena likuefaksi. Diharapkan tiga lokasi tersebut dijadikan ruang terbuka dan taman peringatan bagi korban gempa.

"Sebagai peringatan bagi korban termasuk juga bagi edukasi masyarakat," kata Sutopo dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Selasa, 9 Oktober 2018.

Baca: TNI: Korban Tewas Bencana Sulteng 1.944 Orang

Kondisi ketiga wilayah tersebut menurut Sutopo merupakan yang paling parah dan sampai saat ini sulit dilakukan evakuasi korban. Sebabnya, proses likuifaksi atau naiknya lumpur dari perut bumi menyebabkan amblasnya pemukiman warga dan merendam jenazah.

"Kami sudah berupaya mencari eskavator amfibi tapi memang tidak ada. Kondisi lumpur cukup dalam sehingga dengan eskavator biasa tidak bisa," pungkasnya.

Lumpur dalam keadaan sangat dalam dan yang masih basah tersebut juga membuat kondisi jenazah sangat rusak. Sehingga tidak ada proses identifikasi yang dilakukan karena jenazah harus langsung dikuburkan demi alasan kesehatan.

Masyarakat serta pemda pun berpendapat ketiga wilayah tersebut tidak layak menjadi tempat tinggal karena berada di jalur sesar. Korban selamat yang sebelumnya merupakan warga dari ketiga wilayah tersebut akan direlokasi.

"Proses relokasi akan menunggu masa rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai. Pemda yang akan mencari lahan dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan membangun hunian permanen," ujarnya.

Pemerintah juga akan membangun hunian sementara bagi para pengungsi selama menunggu hunian permanen mereka dibangun kembali atau diperbaiki.

Dalam mencari lahan untuk relokasi warga, pemda akan bekerja sama dengan para ahli geologi untuk mengkaji keamanan lahan dari gempa.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA