Perhatikan Jam Main dan Belajar Anak

Pola Asuh Keluarga Kunci Cegah Tawuran Pelajar

Intan Yunelia    •    Jumat, 14 Sep 2018 18:24 WIB
Pendidikan Karakter
Pola Asuh Keluarga Kunci Cegah Tawuran Pelajar
Pendampingan saat anak belajar menggambar, MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pengasuhan, Rita Pranawati mengatakan kembali maraknya tawuran pelajar belakangan ini akibat adanya pola asuh yang kurang tepat di lingkungan keluarga.

"Pengasuhan itu menjadi kunci utama untuk mencegah anak berprilaku tidak baik," kata Rita, di Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Peran orang tua, kata Rita, jadi kunci utama menerapkan pola asuh yang benar. Salah satunya adalah pemantauan jam bermain dan jam belajar anak. 

"Termasuk memantau jam pulang malam, serta kepemilikan senjata tajam. Sebenarnya orang tua bisa mengontrol itu," ujar Rita.

Baca: Waspadai Tren Janjian Tawuran Pelajar di Media Sosial

Pola asuh yang salah, berkontribusi menciptakan karakter anak yang buruk. Anak menjadi tidak percaya diri dan meluapkannya ke hal-hal negatif seperti tawuran. 

"Anak yang punya kepercayaan diri baik,  hasil dari pengasuhan diri yang baik, akan mudah untuk menarik diri dari situasi yang tidak baik itu," jelas Rita.

Jika anak kerap tertarik untuk melakukan hal-hal baru, terutama hal negatif, biasanya karena anak tersebut masih dalam proses pencarian identitas diri.

"Di masa pencarian identitas diri ini, tertarik ke hal yang tidak baik jauh lebih mudah," tutur Rita.

Tawuran antarpelajar kembali muncul belakangan ini, bahkan hingga mengakibatkan korban jiwa.  Padahal tren terjadinya kasus tawuran pelajar selama empat tahun terakhir sempat menurun.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di bidang pendidikan, kasus tawuran pelajar yang tercatat terus mengalami penurunan sejak 2014-2017. Pada tahun 2014 total kasus tawuran di bidang pendidikan mencapai 24%, tahun 2015 menurun menjadi
17,9%, turun lagi di 2016 menjadi 12,9% dan tahun 2017 juga 12,9%. 


(CEU)