Aset First Travel Diminta tidak Dikembalikan ke Negara

   •    Senin, 07 May 2018 10:36 WIB
kemelut first travel
Aset First Travel Diminta tidak Dikembalikan ke Negara
Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel Andika Surachman (kiri), Anniesa Hasibuan (tengah), dan Kiki Hasibuan (kanan). (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta: Sidang perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang oleh biro perjalanan umrah First Travel memasuki agenda tuntutan.

Melalui kuasa hukumnya Aldwin Rahardian, para korban berharap jaksa penuntut umum menuntut Andika Surahman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan dengan hukuman maksimal.

"Harapan korban tentu mendapatkan rasa keadilan. First Travel telah melakukan kezaliman yang luar biasa sehingga kami berharap tuntutan bisa maksimal," ungkap Aldwin, dalam Metro Pagi Primetime, Senin, 7 Mei 2018.

Aldwin mengatakan jika merujuk UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), korban berharap JPU nantinya menuntut maksimal para terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara.

Bukan cuma itu, saat nanti tuntutan dibacakan Aldwin meminta aset yang saat ini dimiliki oleh First Travel tidak dikembalikan ke negara, melainkan langsung ke para jemaah yang menjadi korban.

"Korban (First Travel) ini merupakan korban yang sempurna. Sudah selayaknya JPU memaksimalkan tuntutan. Kita berharap ke depannya hakim memberi putusan seadilnya dan berapa pun asetnya nanti tetap kembali ke jemaah," jelas dia. 




(MEL)