Tangis Zahra di Balik Reruntuhan Gempa

Dheri Agriesta    •    Kamis, 09 Aug 2018 12:26 WIB
Gempa Lombok
Tangis Zahra di Balik Reruntuhan Gempa
Zahra, 2, digendong sang bibi sembari menunggu giliran besuk neneknya yang dirawat di KRI dr Soeharso, Pelabuhan Carik, Kayangan, Lombok Utara--Medcom.id/Dheri Agriesta.

Lombok Utara: Zahra, 2, duduk termenung di gendongan sang bibi sambil memakan biskuit. Bekas luka di wajahnya menjadi bukti kisah pilu di balik gempa Lombok Utara.

Zahra kini yatim piatu. Kedua orangtuanya tewas tertimpa reruntuhan rumah karena gempa 7,0 Skala Richter yang mengguncang Lombok Utara.

Saat gempa terjadi, Zahra bersama orangtuanya sedang berada di dalam rumah. Bocah dua tahun itu berhasil diselamatkan meski sempat tertimpa reruntuhan.

"Dia merangkak di atas bapak ibunya,  menangis mencari pertolongan, ada warga sekitar yang dengar dia nangis, langsung diselamatkan," kata keluarga Zahra, Syariani Kalsum saat berbincang dengan Medcom.id di Pelabuhan Carik, Kayangan, Lombok Utara, Kamis, 9 Agustus 2018.

Zahra yang menangis kesakitan dibawa keluarga dan warga sekitar ke pengungsian, karena takut dengan ancaman tsunami. Bocah dua tahun itu tak langsung mendapatkan perawatan medis.

Pada Senin, 6 Agustus 2018, keluarga Zahra baru berani keluar dari pengungsian. Zahra dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tapi, puskesmas terdekat juga ambruk karena gempa. Pelayanan dilakukan seadanya di halaman menggunakan tenda darurat. "Dikasih obat, lalu disuruh bawa pulang dirawat di rumah masing-masing," kata Syariani.

Baca: BMKG: Gempa Susulan Terjadi Sampai 4 Minggu Mendatang

Syariani mengatakan beruntung luka yang dialami Zahra tak parah. Ia mengalami luka dan lecet di beberapa bagian wajah.

Kini Zahra bersama kakek dan bibinya tinggal di posko pengungsian. Rumah mereka di Desa Selengan, Kayangan, Lombok Utara, sudah rata dengan tanah. "Sekarang tinggal di posko pengungsian, di terpal," kata Syariani.

Zainal Abidin, 48, kakek dari bocah dua tahun itu pasrah dengan nasib nahas yang menimpa keluarganya. Ia mengatakan Zahra memiliki seorang kakak laki-laki yang juga selamat dari gempa.

Selain dua orangtua Zahra, istri Zainal juga menjadi korban luka karena tertimpa reruntuhan. Istrinya kini dirawat di KRI dr Soeharso yang bersandar di Pelabuhan Carik, Kayangan.

"Akan dioperasi, karena luka tertimpa di bagian sini," papar Zainal sambil menunjuk bagian pahanya.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA