Komentar Djarot & Sandi Soal Lift Jatuh

M Rodhi Aulia, Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 18 Mar 2017 16:31 WIB
lift jatuh
Komentar Djarot & Sandi Soal Lift Jatuh
TKP lift jauh dipasangi garis polisi. Foto: Metrotvnews.com/Riyan

Metrotvnews.com, Jakarta: Lift di Blok M Square, Jakarta Selatan, putus dan terjatuh dari lantai 7, Jumat siang 17 Maret 2017. Akibatnya, puluhan orang terluka.

Menanggapi hal itu, calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta semua lift yang ada di Blok M Square diaudit. Jika ada kelalaian, maka pemerintah daerah bisa memberikan sanksi kepada pemilik gedung.

"Tidak hanya swasta, tapi gedung milik pemerintah harus diaudit juga. Harus ketat dan disertai sertifikat layak fungsi. Jadi, diwajibkan pemilik gedung untuk mengecek seluruh fasilitas, khususnya lift," kata Djarot, di acara peresmian Relawan Badja Bhinneka Tunggal Ika, di bilangan Menteng, Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Djarot sendiri belum tahu penyebab lift terjatuh. Namun, kejadian itu harus menjadi pelajaran bersama agar lebih waspada.

"Pemda memang bisa memberikan sanksi, tapi harus dicek dulu ini kesalahan siapa. Bisa saja lift itu harusnya dinaiki 10 orang, tapi? ternyata ada 30 orang, ya ambruk," kata Djarot.

Sandi sering naiki lift itu

Di tempat terpisah, calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sering naik lift tersebut.

"Tiga minggu lalu, saya ada di lift itu. Saya sering salat karena posko pemenangan kami berjarak 123 meter dari tempat kejadian," kata Sandi di Panti Asuhan Annajah, Jalan Kemajuan, Petukangan Selatan, Pesanggarahan, Jakarta Selatan.

Baca: Daftar 25 Korban Lift Jatuh di Blok M Square

Menurut Sandi, setiap kali selesai salat Jumat, lift tersebut selalu penuh. Sandi berupaya mewanti-wanti agar lift tidak melebihi kapasitas. "Tapi, rata-rata semua memaksa ingin masuk. Ini merupakan peringatan bagi kita semua," ujar Sandi.

Sandi mengatakan tidak perlu ada aksi saling menyalahkan terkait insiden tersebut. Sandi meminta agar semua pihak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Sandi mengatakan, tidak butuh waktu lama untuk menunggu lift. Namun, butuh kedisiplinan dan kesabaran untuk keselamatan bersama. Sandi berharap pengelolaan lift ke depan dapat lebih baik lagi. Tidak hanya di Blok M Square.

"Mudah-mudahan ke depan, inspeksinya bisa lebih baik. Sertifikasi dari alat-alat atau fasilitas yang dipakai publik lebih baik. Harus dilengkapi sertifikat kapan terakhir kali diinspeksi. Berlakunya dari tanggal berapa ke berapa," beber dia.

Sandi menjelaskan lift di luar negeri sudah dilengkapi masa layak pemakaian. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahuinya sesaat setelah berada di dalam lift. "Ini menjadi koreksi kita," tandas dia.

Sebelumnya, pelaksana tugas (plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menegaskan, lift di Blok M Square, Jakarta Selatan, jatuh karena kelebihan kapasitas.

Ia menduga, masyarakat banyak yang salat Jumat di Masjid Blom M Square karena ada calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Saat salat selesai, warga berebut masuk lift.

"Itu terjadi over capacity," kata Sumarsono.

Menurut Sumarsono, lift maksimal diisi 15 orang. Saat itu, lift diisi 31 orang sampai alarm lift berbunyi. "Sehingga rem penahannya tidak kuat menahan."

 


(UWA)

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

Gus Solah Harap tak Ada yang Kena Kartu Merah di Pilkada DKI

4 hours Ago

Ibarat bermain bola, kompetisi dalam pilkada harus sehat dan tak ada yang bermain kasar.

BERITA LAINNYA