Menkopolhukam Puji Komitmen Aksi Superdamai 212

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 29 Nov 2016 08:01 WIB
unjuk rasa
Menkopolhukam Puji Komitmen Aksi Superdamai 212
Demo 4 November. Antara/Paramayuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Menkopolhukam Wiranto memuji komitmen aksi superdamai yang akan dilakukan pada 2 Desember mendatang. Komitmen itu sejalan dengan aksi unjuk rasa yang ideal.

"Saya kira itu sesuatu yang sangat bagus. Artinya sudah ada kesadaran bahwa unjuk rasa itu tidak perlu menakut-nakuti, tidak perlu mengkhawatirkan, tidak perlu merusak ketenangan masyarakat, dan unjuk rasa tidak perlu menganggu kebebasan masyarakat lain. Saya kira ini sesuatu yang sangat indah tak kala ada kesepakatan masuk dalam koridor yang betul," kata Wiranto dalam program Primetime News, Metro TV, Senin (28/11/2016).

Koridor unjuk rasa, lanjut Wiranto, bukan unjuk kekuatan dan pemaksaan kehendak. Perubahan lokasi unjuk rasa yang tadinya di jalan raya berpindah ke lapangan Monas, menjadi bentuk kesadaran pedemo.

Yang mengharukan Wiranto adalah aksi superdamai itu akan diisi dengan gelar sajadah, mendengarkan tausiyah, berzikir dan berdoa bersama. "Oleh karena itu, kita mensyukuri dan kita menjaga agar prosesi aksi superdamai itu betul-betul terjaga superdamainya," ucap Wiranto.

Wiranto mengimbau agar peserta aksi dapat mencegah agar aksi itu tidak ternodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bukan tidak mungkin pihak tersebut berbaur di tengah massa dan melakukan sesuatu yang tidak dibenarkan.

Jika ditemukan segala sesuatu yang mencurigakan, Wiranto mengimbau segera dilaporkan kepada aparat keamanan. Wiranto memastikan, aparat keamanan akan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar komitmen superdamai.

"Pasti (akan ditindak). Karena juga dari teman-teman para pengunjuk rasa itu sudah menyampaikan bahwa 'Pak, wilayah kami adalah Monas. Kalau ada kekuatan lain yang melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan kita, aksi superdamai ini, maka silakan ditindak tegas.' Itu sudah ada kesepakatan seperti itu," beber Wiranto.


(OGI)