Cegah Penyanderaan, Nelayan dan Perusahaan Diminta Disiplin

Dheri Agriesta    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:35 WIB
wni disandera abu sayyaf
Cegah Penyanderaan, Nelayan dan Perusahaan Diminta Disiplin
Wiranto. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah meminta nelayan dan perusahaan pemilik kapal disiplin saat berlayar. Penyanderaan anak buah kapal asal Indonesia berulang diduga karena nelayan dan perusahaan pemilik kapal tidak disiplin.

"Sandera itu saya kira akan terus berlanjut tatkala nelayan dan perusahaan yang mengoperasikan nelayan tidak disiplin," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Terakhir, dua anak buah kapal asal Indonesia disandera di perairan Sabah, Malaysia. Keduanya bekerja di kapal milik perusahaan asal Malaysia.

Wiranto mengatakan, perairan Sabah bukan wilayah Indonesia, sehingga tak bisa diawasi pasukan penjaga perbatasan bersenjata.

Wiranto memastikan Kementerian Luar Negeri tidak diam. Langkah diplomatis secara lebih intens ditempuh untuk membebaskan sandera.

"Kita ada aturan mainnya, dan ada kesepakatan yang sudah kita sepakati bersama tentang penyelamatan sandera," kata Wiranto.

Pemerintah, kata Wiranto, belum mengetahui posisi sandera itu. Sebab, perompak yang menangkap sandera kerap berpindah tempat.

Wiranto mengatakan, Indonesia dan Filipina telah patroli bersama, meski masih kekurangan armada laut, untuk mencegah penyanderaan. Permasalahannya, perompak beraksi di wilayah yang tak diawasi.

"Malaysia tidak ikut (patroli bersama), makanya ada penyanderaan. Langkah diplomatis sedang kami usahakan supaya tidak terulang lagi," jelas Wiranto.


(TRK)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

45 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA