Kondisi Lima Tersangka Penganiayaan Siswa STIP Belum Stabil

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 12 Jan 2017 03:03 WIB
penganiayaan di stip
Kondisi Lima Tersangka Penganiayaan Siswa STIP Belum Stabil
Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin. ANT/Risky Andrianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi lima tersangka kasus dugaan penganiayaan siswa tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran masih belum stabil. Mereka tak habis pikir aksi yang dilakukan menghilangkan nyawa Amirulloh Aditiyas Putra.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin belum mendapatkan informasi yang cukup dari para tersangka. Pasalnya, kondisi tersangka saat ini dalam keadaan belum stabil.

"Kita masih menyocokkan (keterangan tersangka) karena terus terang mereka masih down (belum stabil)," kata Awal dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Tersangka mengaku menganiaya Amirullah dan beberapa siswa tingkat satu lain. Namun, pelaku tak menyangka penganiayaan itu berujung tewasnya Amirulloh.

"Mereka berbicara tidak ada niat penganiayaan ini hingga meninggal dunia," ujar dia.

Awal masih mendalami kasus ini. Awal yakin, pelaku berniat melakukan pembinaan alat  musik tamtam yang menjadi tradisi di STIP. Namun nahas, pembinaan dilakukan dengan cara yang salah.

"Nanti akan didalami lagi kenapa melakukan kegiatan ini," ucap dia.

Lima siswa tingkat dua di STIP telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan. Mereka adalah Sisko Mataheru, Iswanto, Akbar Ramadhan, Willy Hasiholan dan Jariko Bin Safi.

Namun, Jariko diduga tidak berkaitan dengan kematian Amirulloh. Dia ditersangkakan lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap empat siswa lain.

Kejadian nahas ini berawal pada pukul 17.00 WIB, Sisko, terduga pelaku, mengajak pelaku lain berkumpul dan merencanakan penganiayaan kepada junior.

Pukul 22.00 WIB, Sisko memanggil enam taruna tingkat satu untuk berkumpul di lantai dua, kamar M-205, Gedung Dermotery ring empat, kampus STIP. Satu per satu taruna tingkat satu datang ke lokasi yang sudah ditentukan.

Di sana, senior memukuli korban secara bergantian dengan tangan kosong. Pukulan diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati. Amirulloh yang mendapat pukulan yang sama secara tiba-tiba ambruk setelah dipukul oleh Willy, terduga pelaku lainnya.

Kini, polisi telah memeriksa para tersangka dan beberapa saksi dari siswa tingkat dua di STIP. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan yakni berupa satu botol minyak tawon, satu botol minyak telon, satu gayung mandi, satu gelas, dan dua puntung rokok.


(DRI)

Novanto tak Pakai Infus dan Oksigen Pascaoperasi

Novanto tak Pakai Infus dan Oksigen Pascaoperasi

2 hours Ago

Novanto pada Senin, 18 September 2017 diketahui telah menjalani operasi pemasangan ring jantung…

BERITA LAINNYA