Full Day School Dinilai Memberatkan Siswa SD

Lis Pratiwi    •    Senin, 17 Jul 2017 18:33 WIB
pendidikan
<i>Full Day School</i> Dinilai Memberatkan Siswa SD
SDN Cipinang Melayu 01, Jakarta Timur - MTVN/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy terkait wacana Full Day School menuai polemik di masyarakat. Kendati telah dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo, wacana ini kembali menguat dan dipertimbangkan.

Mendikbud sendiri mengatakan tujuan diberlakukannya sekolah delapan jam selama lima hari untuk menguatkan pendidikan karakter. Namun, kebijakan ini dinilai tidak bisa diterapkan di semua jenjang utamanya Sekolah Dasar (SD).

"Pasti berat untuk siswa SD. Apalagi yang kelas 1, mereka kan masih anak-anak. Pulang jam 10 pagi saja banyak yang mengeluh," ujar Kepala Sekolah SDN Cipinang Melayu 01, Jakarta Timur, Rubangi, saat ditemui Metrotvnews.com, Senin 17 Juli 2017.

Rubangi mengatakan, siswa harus diberikan kesempatan untuk bermain dan beraktifitas di luar sekolah. Menerapkan kebijakan yang membuat siswa tertahan di sekolah justru terkesan memaksa. Ia mengkhawatirkan siswa jadi tertekan dan prestasinya menurun.

Keberatan lain disebabkan, saat ini SD di Jakarta banyak menerapkan kelas pararel. Di mana jumlah ruang kelas lebih sedikit dibanding jumlah kelas yang ada. Di SDN Cipinang Melayu 01 misalnya, hanya ada 16 ruang kelas untuk 24 siswa dari kelas 1 hingga 6.

Pembagiannya, kelas 1 dan 2 masuk sejak pukul 06:30 WIB hingga pukul 10:00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh kelas 3 dan 4 mulai pukul 10:00 WIB hingga 14:00 WIB. Sementara kelas 5 dan 6 masuk pukul 06:30 WIB hingga 14:00 WIB.

"Kalau nanti keputusannya seperti itu ya kita terapkan, tapi pemerintah juga harus memberikan solusi untuk kekurangan kelas," tambah Rubangi.


(REN)