Murtiyaningsih Murung Seminggu Sebelum Dibunuh

Faisal Abdalla    •    Sabtu, 23 Sep 2017 04:59 WIB
kasus pembunuhan
Murtiyaningsih Murung Seminggu Sebelum Dibunuh
Ilustrasi. Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga kawasan Laguna Residence, Tanjung Duren, Jakarta Barat, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan bernama Murtiyaningsih, 30, Kamis kemarin. Murtiyaningsih dipastikan menjadi korban pembunuhan.

Pipit, salah seorang penghuni Laguna Residence sekaligus teman dekat Murtiyaningsih mengatakan jasad Nana (sapaan akrab Murtiyaningsih) pertama kali ditemukan pada pukul 16.00 WIB oleh teman dekatnya sendiri, Agus. Saat itu Agus meminta tolong kepada petugas keamanan indekos untuk menggotong tubuh Murtiyaningsih karena hendak dibawa ke rumah sakit. 

"Saat itu Agus tidak biasanya datang dengan menggunakan mobil. Biasanya ia datang dengan mengendarai sepeda motor. Ia datang tergesa-gesa dan mengaku mau bawa Nana ke rumah sakit" ujar Pipit saat ditemui Metrotvnews.com di indekos Laguna Residence, Jalan Sosial, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat 22 September 2017. 

Karena kamar Murtiyaningsih terletak di lantai tiga, Agus meminta bantuan petugas keamanan. Petugas keamanan yang membantu lantas menyadari ada kejanggalan dengan kondisi tubuh Murtiyaningsih. 

"Awalnya dibilangnya kejang-kejang. Tapi saat ditemukan, Nana sudah kaku. Kakinya sudah tidak bisa diluruskan. Wajahnya ada luka-luka," beber Pipit. 

Petugas kemanan yang menyadari Murtiyaningsih sudah tewas lantas melaporkan kejadian itu kepada Polisi. Eka, selaku pihak pengelola Laguna Residence juga meminta Agus untuk menunggu polisi datang lantaran ia adalah pihak pertama yang menemukan jasad perempuan berusia 30 tahun asal Cilacap itu. 

"Saya minta Agus jangan pergi dulu karena dia yang lihat pertama kali. Ia harus beri penjelasan kepada polisi," ujar Eka kepada Metrotvnews.com. 

Sebelum ditemukan tewas, Pipit yang merupakan teman dekat Murtiyaningsih selama 2,5 tahun terakhir juga menyadari gelagat aneh teman dekatnya itu. Menurutnya selama seminggu terakhir, Murtiyaningsih yang biasanya periang jadi murung dan suka melamun. 

"Seminggu terakhir ini dia memang sakit flu. Awalnya saya pikir dia murung karena sakit. Tapi ketika diajak keluar untuk jalan-jalan juga tetap murung, kayak tidak ada semangat hidup," beber Pipit. 

Selain itu, Pipit juga mengatakan Murtiyaningsih sempat curhat kepada temannya bahwa dirinya sedang jenuh dengan hubungannya bersama Agus, yang baru dikenal Murtiyaningsih selama kurang lebih dua bulan terakhir. 

"Dia curhat mulai bete dengan hubungannya karena Agus mulai mengekang," terang Pipit. 

Kecurigaan tidak baiknya hubungan Murtiyaningsih dengan Agus juga diperkuat oleh status Whatsapp terakhir Murtiyaningsih. Menurut Pipit, Murtiyaningsih sempat menulis status terakhirnya yang diduga menyindir Agus. 

"Status terakhirnya itu dia bilang 'urus saja diri sendiri. Sendirinya juga belum tentu benar'. Kita menduga status itu menyindir Agus," beber Pipit. 

Kecurigaan Pipit semakin bertambah ketika Agus tidak mengakui hubungan spesialnya dengan teman dekatnya kepada polisi. 

"Waktu diperiksa polisi Agus ngakunya hubungannya dengan Nana hanya sebatas relasi bisnis, dan baru beberapa kali bertemu dengan Nana, padahal Agus sudah sering berkunjung ke kamar Nana," lanjut Pipit. 

Sebelumnya, Murtiyaningsih ditemukan tak bernyawa di Laguna Residence, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis sore 21 September. Bagian wajahnya penuh luka. Telepon genggam korban juga raib.

Polisi kemudian menetapkan teman dekat Murtiyaningsih, Agus sebagai tersangka. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono menjelaskan, Agus menggunakan asbak untuk memukul korban. Dia kemudian membekap Murtiyaningsih dengan bantal. Setelah itu, Agus berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan melaporkan kematian teman dekatnya itu.

Sejauh ini belum diketahui motif di balik kejahatan yang dilakukan Agus. "Tunggu pemeriksaan tersangka," kata Argo.


(HUS)