Pembangunan Desa belum Bendung Urbanisasi

Media Indonesia    •    Minggu, 02 Jul 2017 09:53 WIB
pembangunanurbanisasidana desa
Pembangunan Desa belum Bendung Urbanisasi
Sejumlah pemudik yang menggunakan jasa angkutan kapal laut di Pelabuhan Merak. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Urbanisasi merupakan kendaraan bagi mobilisasi sosial dan ekonomi. Semua pemangku kepentingan harus mencari jalan keluar dan mengambil peran positif agar urbanisasi bermakna dan menjadi berkualitas.

Kabinet Kerja di bawah kendali Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun secara nyata mengimplementasikannya lewat Program Dana Desa. Tujuannya ialah menggairahkan desa untuk membangun dirinya agar bisa mengimbangi pertumbuhan daerah perkotaan.

Akselerasi pembangunan di perdesaan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan desa-kota.

"Tidak hanya untuk membangun infrastruktur, dana desa mampu menyediakan lapangan pekerjaan," jelas Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemendes PDTT Fajar Tri Suprapto, saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (30/6).

Penggunaan dana desa untuk membangun desa dapat meningkatkan sumber daya ekonomi di perdesaan dan mengatasi perpindahan warga dari desa ke kota. Kemendes PDTT pun mengimplementasikan empat program prioritas pembangunan desa.

Keempatnya ialah menentukan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades), mengembangkan badan usaha milik desa (Bumdes), membuat embung air desa, dan membuat sarana olahraga desa. Menurut sosiolog Musni Umar, Program Dana Desa belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, banyak kepala desa yang diproses secara hukum dan masuk penjara.

"Jadi, dana ini bukan untuk kepala desa, melainkan bagaimana digunakan untuk menggerakkan ekonomi di desa," jelas Musni.

Perputaran perekonomian yang memadai di perdesaan akan mengurungkan niat orang-orang desa untuk pergi ke kota. Di kota, mereka masih dihantui ketidakpastian. Namun, jika mereka tetap di desa, pekerjaan tersebut sudah ada dan menanti mereka. Arus urbanisasi yang begitu cepat dalam jumlah begitu besar, jika tidak diantisipasi secara arif dari awal, akan menyebabkan sejumlah persoalan.


(DRI)