Mengintip Keunggulan Kampus III UNIKA Atma Jaya di BSD City

Pelangi Karismakristi    •    Jumat, 15 Sep 2017 17:22 WIB
sinar mas land
Mengintip Keunggulan Kampus III UNIKA Atma Jaya di BSD City
Gedung Kampus III UNIKA Atma Jaya di BSD City, Kabupaten Tangerang (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakristi)

Metrotvnews.com, Tangerang: Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya telah meresmikan Kampus III di BSD City pada 25 Juli 2017 dan memulai perkuliahan pada 7 Agustus 2017. Kampus tersebut digadang-gadang berada di kawasan menjanjikan di masa depan, karena menggabungkan kawasan intermoda, kawasan hunian, area komersil, dan pendidikan.

Rektor UNIKA Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, Kampus III akan dijadikan sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia (Center for Human Develompent), sesuai dengan komitmen Atma Jaya dalam pengembangan dan pembentukan karakter mahasiswa, yang punya karakter ke-Indonesiaan dan kepedulian.

Di kampus tersebut, mahasiswa tak hanya akan mendapatkan kurikulum berupa mata kuliah di program studinya masing-masing, melainkan juga terjun langsung ke masyarakat. Atma Jaya juga ingin mendidik pemuda Indonesia dengan tak sekedar memberikan ijazah, namun juga membekali dengan kemampuan tertentu, sehingga saat lulus mahasiswa punya keunggulan.

"Kami ingin memberi warna di (Atma Jaya) BSD City. Jadi, kami akan menitikberatkan pada kegiatan yang sifatnya pengembangan karakter. Intinya, kami ingin memberikan wawasan pada mahasiswa dengan masalah sosial. Di dekat sini (BSD City) ada banyak sekali wilayah yang sebelumnya kami juga telah mendampingi daerah tersebut. Ini salah satu wahana yang baik bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat," ujar Prasetyantoko, di Kampus III Atma Jaya, BSD City.

Salah satu kegiatan pembentukan karakter yang dilakukan Atma Jaya yakni melalui pengabdian masyarakat. Adapun desa yang menjadi dampingan kampus tersebut, yakni Cibogo dan Cisauk.

"Pendampingan itu misalnya berupa pengelolaan sampah, pengembangan perpustakaan desa dan fasilitas belajar bagi anak-anak. Di situ kita mendorong mahasiswa punya experience, lewat program pengabdian masyarakat," kata dia.

Kampus III UNIKA Atma Jaya berdiri di atas lahan seluas 20 hektare. Kini, tahap satu pembangunan lahan yang digunakan berada di kisaran 3,5 hektare.

"Gedung utama ini terdiri dari 8 lantai didominasi oleh ruang kelas dan laboratorium. Di samping ada gedung Annex, lab dengan mesin-mesin besar. Di bagian belakang seharusnya ada tempat berinteraksi mahasiswa tapi belum selesai sepenuhnya, ada green house, rumah kaca, dan masih banyak lagi," ucap Rektor Atma Jaya.
 
Beberapa fakultas dari Kampus Semanggi yang diboyong ke BSD yakni Fakultas Teknik, Teknobiologi, dan Hospitality and Tourism Management. Soal fasilitas, jangan diragukan lagi. Ketiga fakultas tersebut punya ruang lebih banyak dan laboratorium lebih lengkap daripada sebelumnya.

 
Rektor UNIKA Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko dan Vice Rector for Student and Alumnae Affairs Tommy N Tanumihardja (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakristi)

"Jauh lebih lengkap di sini (fasilitasnya). Jelas lokasinya lebih luas, fasilitas umumnya lebih lengkap. Ada dormitory, sport hall, nanti kita juga akan punya danau di seputar ruang terbuka hijaunya. Akan banyak juga student center learning, co-working space, jadi di sini lebih menunjang mahasiswa untuk berinteraksi dan beraktifitas," ujar Prasetyantoko.

Kampus ini pun punya beragam keunggulan, seperti pada bidang teknik mesin, para mahasiswanya punya mesin Wind Tunnel untuk mengetes tekanan udara. Hebatnya, alat tersebut hanya satu-satunya yang dimiliki PTS.

"Belum lagi Fakultas Teknobiologi yang sering melakukan pengujian beberapa perusahaan pangan, standar lab kami sudah internasional. Dan untuk prodi Hospitality kami punya lab restoran dan hotel yang dikelola mahasiswa sebagai penunjang pembelajaran. Tentu saja ini lebih baik dari yang di Semanggi," kata dia.

Pemindahan kampus beserta 3000-an civitas academica-nya bukan hal yang mudah, sebab mereka harus keluar dari zona nyaman. Apalagi bagi mahasiswa yang tinggal di dekat Semanggi dan mereka harus melakukan mobilitas ke BSD untuk berkuliah.

"Awalnya, memang ada resistensi. Tapi yang kami surprise adalah ketika kami buka di sini ternyata secara psikologi orang bangga dengan kampus ini. Ada perasaan 'wah punya kampus baru' dengan suasana baru. Mahasiswanya pun mulai menikmati, meski mungkin dulu bayangan BSD jauh di luar jangkauan mereka. Tapi sampai disini ternyata fasilitas umum di BSD sangat memadai. Sejauh ini kami buat natural," terang Rektor Atma Jaya.

Atma Jaya punya alasan sendiri kenapa memutuskan membangun kampus di kawasan BSD. Prasetyantoko menjelaskan, kalau kampusnya ini cukup percaya diri walaupun di sekitar sana terdapat beberapa kampus bonafit. Atmajaya ingin memberikan alternatif pada masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya.

"Kami yakin punya reputasi yang memadai. Buktinya dari 4.500 PTS dan PTN di Indonesia hanya 50 PTS yang dapat akreditasi A, kami salah satunya. Kami senang pindah ke sini, kami buktikan bisa buka kampus ketiga di kawasan industri advance dengan hunian bonafit. Ini kami sedang proses berbenah di lahan 20 hektare, nantinya di kawasan ini juga akan dibangun Digital Hub (kawasan perkantoran yang merupakan “Silicon Valley-nya Indonesia”). Nah kami bayangkan jika sudah mulai dibangun secara lebih maju, kami yakin akan ada ekosistem yang sangat bagus di kawasan BSD City ini," ujarnya.


 
Rektor UNIKA Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko dan Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe Saat Press Conference Peresmian Gedung Kampus III UNIKA Atma Jaya di BSD City, Kabupaten Tangerang (Foto:Dok)


Pembangunan kampus yang terletak di Jalan Raya Cisauk Sampora, Cisauk, Kab. Tangerang ini tak lepas dari dukungan pengembang properti terkemuka di Asia Tenggara, yakni Sinar Mas Land (SML). Prasetyantoko menambahkan SML telah memberikan fasilitas guna memudahkan aktifitas kampus, mulai dari tempat tinggal, tempat beraktifitas dan juga shuttle bus (transportasi) yang siap mengantar mahasiswa ke kampus.

"Dukungan Sinar Mas Land ini adalah refleksi bahwa mereka sangat responsif terhadap pembangunan kampus. Terbukti pada hari pertama dan saat peresmian, Managing Director President Office SML, Dhony Rahajoe hadir bersama tim, kemudian melihat dan merasakan langsung aura suasana di kampus ini. Beliau juga berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas," ujar Prasetyantoko.

Ditemui di lokasi yang sama, Vice Rector for Student and Alumnae Affairs Tommy N Tanumihardja berharap agar proses adaptasi dengan lingkungan baru segera berlalu, sehingga proses perkuliahan menjadi sangat natural dan mahasiswa bisa segera berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

"Kami berharap mahasiswa bisa bertumbuh sebesar-besarnya dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dan tentunya nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," kata Tommy.

Sementara itu, Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe mengatakan guna mendukung proses belajar mengajar di Atma Jaya, pihaknya terus berupaya mendorong terciptanya kenyamanan bagi civitas academica. Misalnya di sektor infrastruktur transportasi, mengintegrasikan pergerakan para akademisi Atma Jaya melalui rancangan kawasan intermoda, yang saat ini sedang tahap akhir pembangunan terminal bus dan stasiun kereta Cisauk, yang dapat dijangkau para akademisi dengan berjalan kaki. Dengan demikian, para akademisi di BSD City dapat terkoneksi dengan seluruh kawasan strategis Jabodetabek, dengan menggunakan moda transportasi publik yang telah ada.


 
Rektor UNIKA Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko dan Managing Director President Office Sinar Mas Land Dhony Rahajoe meninjau laboratorium di Kampus 3 UNIKA Atma Jaya di BSD City, Kabupaten Tangerang (Foto:Dok)


"Stasiun Cisauk yang baru dan terminal bus di kawasan intermoda ini Insya Allah sudah dapat digunakan pada pertengahan 2018. Saat ini kampus Atma Jaya BSD City sudah terlayani oleh shuttle bus yang menghubungkan tempat tempat strategis di BSD City. Keberadaan fasilitas ini akan memudahkan mobilitas para akademisi di Kampus III Atma Jaya BSD City dari dan ke Jakarta. Selain itu, untuk kepentingan mahasiswa kami juga sudah  mengembangkan area untuk dormitory," ucap Dhony, saat dihubungi Metrotvnews.com.

Dhony berharap, Kampus 3 Atma Jaya di BSD akan menjadi talent pool bagi perkembangan digital ekonomi di Digital Hub, BSD City.

"Kami sudah bertemu dan berdiskusi dengan pihak Rektor Atma Jaya, dan harapannya bisa saling memperkuat terkait perkembangan teknologi di industry digital, paling tidak dalam 3 hal, yaitu pertama mensinkronkan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan digital ekonomi dan perkembangan industry yang berbasis teknologi digital serta teknologi lainnya. Yang kedua meningkatkan pengetahuan vokasi para akademisi melalui berbagai event, workshop, dan pelatihan yang dapat menghadirkan multi nasional dan tech leader company. Dan yang terakhir bisa mewujudkan interaksi antara akademisi dan tech leader, sehingga tercipta job connector bagi para alumni Atma Jaya," imbuh dia.

Sinar Mas Land membuka peluang bagi universitas lain yang ingin mengikuti jejak Atma Jaya, membangun kampus di BSD City. "Saat ini ada beberapa universitas lagi yang akan segera bergabung dengan Atma Jaya di BSD City, yaitu 2 perguruan tinggi lokal dan 1 perguruan tinggi internasional. Kita sangat terbuka untuk bekerja sama, yang penting harus memiliki visi yang sama yaitu menghasilkan SDM unggul untuk memajukan Bangsa Indonesia khususnya di era digital ekonomi," kata Dhony.

Saat ini selain Atma Jaya, juga telah bergabung sebelumnya dua universitas lain, yaitu Universitas Prasetya Mulya dan IULI (International Liason University Indonesia). Sementara di seputaran BSD telah hadir pula berbagai universitas yang telah memiliki reputasi baik seperti UMN dan Binus.

Oleh karena itulah peluang usaha pun sangat terbuka luas. Bisnis kuliner, barang kebutuhan sehari-hari, dan kos-kosan merupakan contoh bisnis yang menjanjikan di kawasan BSD. "Karena nanti akan banyak sekali mahasiswa di sana," ucap Dhony.


(ROS)