Presiden: Anak Indonesia jangan Takut Bermimpi

Antara    •    Jumat, 15 Sep 2017 11:31 WIB
presiden jokowi
Presiden: Anak Indonesia jangan Takut Bermimpi
Presiden Joko WIdodo--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Banjarmasin: Presiden Joko Widodo saat membuka Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) X di lapangan Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Presiden berpesan agar anak-anak Indonesia tidak takut bermimpi dan memiliki cita-cita.

"Jangan pernah takut bermimpi, jangan pernah takut punya cita-cita, kita sedang membangun Indonesia yang di dalamnya anak-anakku semua bisa meraih impian apapun," kata Presiden Joko Widodo di Banjarmasin, Jumat 15 September 2017.

Festival itu diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang diikuti oleh 3.700 orang santri dari 34 provinsi di Indonesia.

"Ada yang mau jadi guru? Ada yang mau jadi ustaz? Ada yang mau jadi ustazah? Ada yang mau jadi dokter? Pengusaha? Ada yang mau jadi menteri? Ada yang mau jadi Presiden?" tanya Presiden.

"Ada," jawab para santri.

"Kok banyak sekali yang mau jadi presiden? Semuanya bisa anak-anak raih selama rajin belajar dan jangan lupa ibadahnya terus, jadi anak soleh," tambah Presiden.

Baca: Presiden akan Menghadiri Festival Anak Saleh di Banjarmasin

Ia juga mengaku senang dengan sejumlah pertunjukkan seni yang ditunjukkan para santri cilik tersebut. "Bapak senang sekali anak-anak hadir di kota Banjarmasin dengan sehat. Saya senang bertemu dengan anak-anak karena masih kecil-kecil sudah sangat kreatif ada yang bagus baca Al Quran, azan, nazir Islami, cerdas cermat Al Quran, pandai berceramah," terangnya

Presiden mengatakan, sekarang adalah eranya kompetisi. Era  persaingan. "Kalau anak-anak semuanya kreatif dan inovatif
maka anak-anakku semuanya bisa berkompetisi," tuturnya.

Presiden selanjutnya berpesan agar para santri dapat rajin belajar dan tekun bekerja. Hal itu adalah rumus kreativitas dan jangan lupa kepada kedua orangtua.

"Bapak ibu kita, juga hormat kepada guru-guru kita, kepada teman-teman kita juga harus saling menghargai, saling menghormati. Jangan membeda-bedakan teman dan kawan semua harus rukun, saling membantu," tambah Presiden.

Bersama Presiden juga hadir Ketua DPD Oesman Sapta Oedang yang juga ketua dewan pembina BKPMRI, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sekaligus ketua dewan penasihat BKPMRI, Kepala Staf Presiden Teten Masduki serta Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.


(YDH)