Rahasia Sukses SMAK PENABUR Jakarta Menjuarai Olimpiade

Pelangi Karismakristi    •    Sabtu, 16 Sep 2017 08:17 WIB
pendidikan
Rahasia Sukses SMAK PENABUR Jakarta Menjuarai Olimpiade
Jason Jovi dan Kristhoforus Jason (tengah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk mewujudkan keberhasilan dalam dunia pendidikan perlu melibatkan tiga komponen, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada acara Semarak Pendidikan Keluarga 2016.

Menurut dia, publik tidak boleh membebankan urusan masa depan bangsa, khususnya tanggung jawab mendidik pelajar, hanya kepada sekolah saja. Ia mengatakan, selama ini sekolah selalu dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam menyiapkan masa depan anak.

"Sekolah, keluarga, masyarakat harus saling bergandengan dan berangkulan menata masa depan anak-anak untuk kemajuan bangsa ke depan," kata Muhadjir, dikutip dari Antara.

Dalam hal ini, sekolah sudah seharusnya menyiapkan kurikulum yang baik bagi siswa. Sedangkan keluarga, penting untuk menjaga suasana harmonis dan terus memantau perkembangan anak. Sinergi antara keluarga dengan sekolah diyakini akan memunculkan anak berprestasi.

Sinergi antara keluarga dan sekolah telah diterapkan oleh SMAK PENABUR Jakarta. Buah manis dari sinergi tersebut yaitu mengantarkan anak didiknya mencetak prestasi internasional. Empat siswa SMAK 1 PENABUR Jakarta dan SMAK 5 PENABUR Jakarta berhasil mendapatkan penghargaan dari The 2nd International Olympiad of Metropolises di Moskow pada 4-9 September 2017.  
 
Dari SMAK 1 PENABUR, mereka adalah Jason Jovi peraih medali perak pada mata pelajaran fisika, serta Kristhoforus Jason yang mendapatkan medali perunggu untuk mata pelajaran matematika. Sedangkan dua siswa dari SMAK 5 PENABUR Jakarta adalah Rendy Wijaya yang memperoleh medali perak untuk kategori fisika dan Filbert Ferdinand peraih medali perunggu pada pelajaran matematika.
 
Capaian tersebut tentu saja membuat guru mereka bangga. Seperti diungkapkan Michael Adi, guru matematika SMAK 1 PENABUR Jakarta. “Sebenarnya ini bukan yang pertama kami meraih juara di olimpiade internasional, tapi ini salah satu yang terbaik di tahun ini, sekali lagi kami bangga," kata Michael saat dihubungi, Rabu 13 September 2017.
 
Michael mengatakan keberhasilan anak didiknya di The 2nd International Olympiad of Metropolises setelah melalui banyak proses. Baik latihan rutin dengan dihadapkan banyak contoh soal olimpiade, hingga dukungan moril.
 
Ada beberapa hal yang memang ditanamkan Michael, pertama masalah kepedulian. Kedua siswa punya sifat peduli, mau membantu teman yang belum menguasai pelajaran, baik matematika maupun fisika. 
 
"Kalau belajar itu kan satu arah, tapi kalau mengajari saat belajar kelompok misalnya, itu akan menjadi dua arah. Dia akan mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya. Kemudian kami juga tanamkan kejujuran dan tekankan pada nilai-nilai Kristiani serta tanggung jawab," jelas Michael.
 
Selama beberapa hari di Moskow, Jason dan Kristhoforus menyiapkan diri agar bisa berbaur dengan orang-orang dari negara berbeda, yang notabene juga berbeda budaya. "Kami selalu tekankan untuk bisa berbahasa Inggris, harus bisa saling menghargai karena kan bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam negara. Kami latih agar mereka berani berpendapat," tukas Michael.
 
Michael berharap, dari olimpiade ini kedua siswanya bisa memanfaatkan ilmu yang didapat sebaik mungkin. "Setelah olimpiade ini semoga mereka bisa mengaplikasikan apa yang didapat sampai kuliah nanti. Dan menggunakannya untuk membawa sebuah kemajuan," tutup Michael.
 
Ambar Tri Wahyuni, guru matematika SMAK 5 PENABUR Jakarta, salut pada Rendy dan Filbert. Keduanya menunjukkan potensi sejak duduk di bangku kelas X.
 
"Mereka kalau di sekolah seperti siswa-siswa yang lain, low profile, tidak menunjukkan kalau dia anak pandai. Jadi apa yang gurunya kasih, itu dia pelajari dengan baik. Kalau Filbert, sama saja masih punya waktu bermain, bercanda, di kelas juga tidak terlalu serius," tutur Ambar dengan nada bangga.
 
Ambar mengatakan, kendati mereka sering ketinggalan pelajaran, namun bisa mengejarnya. Mereka benar-benar berjuang agar bisa mempelajari mata pelajaran lain yang ditinggalkan selama masa persiapan dan mengikuti olimpiade.
 
"Karena sering keluar kelas, pasti sering ketinggalan pelajaran. Tapi saya melihat mereka berusaha mengejarnya, mereka sering tanya dan ini ada yang sedang ikut ulangan susulan, memang dua anak ini hebat," sebut Ambar.
 
Rendy Wijaya dan Filbert Ferdinand

Dia selalu berpesan kepada Rendy dan Filbert agar tak hanya mengandalkan ilmu pengetahuan, nilai-nilai lainnya tak boleh ditinggalkan. "Kami selalu ingatkan agar terus berjuang, tidak sombong, takut akan Tuhan, dan doa yang kuat. Mereka memang kualitasnya sudah oke, jadi kami tinggal poles saja, kami dukung mereka," ujar Ambar.
 
Ambar berharap keduanya terus meraih prestasi, terlebih sebentar lagi mereka akan mengikuti kompetisi International Mathematical Olympiade (IMO).
 
"Itu kompetisi yang levelnya lebih tinggi dari yang olimpiade di Moskow kemarin. Semoga bisa berhasil dan tidak lupa apa yang dia perjuangkan itu melalui banyak proses dan jangan tinggi hati, jangan lupakan prosesnya seperti apa," pungkas dia.    

Filbert Ferdinand mengaku senang bisa mewakili SMAK 5 PENABUR Jakarta dan negara dalam perlombaan tingkat internasional. Dia mendapatkan banyak ilmu baru dan bisa mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang. "Itu tidak terlupakan. Wawasan saya jadi makin luas," tutur Filbert.

Pada awal pertandingan, Filbert sempat minder melihat para lawannya dari berbagai negara. Namun dia tetap optimistis bisa meraih hasil terbaik.

"Jujur pas lihat lawan dari negara maju sempat tidak percya diri, karena seperti Rusia, Tiongkok sering memborong emas. Tapi saya yakin dan berusaha tetap mempersebahkan yang terbaik untuk sekolah, negara, dan orangtua yang selalu mendukung," imbuh dia.

Filbert selalu memegang teguh pesan gurunya. "Guru selalu bilang kalau waktu belum habis jangan menyerah, berdoa dan takut sama Tuhan," kata Filbert.

Filbert akan terbang ke Yogyakarta untuk mengikuti seleksi dan pelatihan IMO selama sebulan. Jika lolos seleksi sebanyak tiga kali, dirinya akan mengikuti perlombaam matematika paling bergengsi tersebut di Rumania.

"Beruntung PENABUR sangat mendukung dan memberi keringanan untuk siswa yang ikut lomba. Apapun hasilnya harus bisa diterima, tapi saya berharap bisa lolos IMO," tutup Filbert.


(TRK)