Lasem, Kota Santri Berjuluk Tiongkok Kecil

Lis Pratiwi    •    Rabu, 14 Feb 2018 14:11 WIB
hari raya imlek
Lasem, Kota Santri Berjuluk Tiongkok Kecil
Rumah berwarna merah bertuliskan `Tiongkok Kecil Heritage` menjadi bangunan paling mencolok di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Gilang Akbar

Jawa Tengah: Rumah berwarna merah bertuliskan `Tiongkok Kecil Heritage` menjadi bangunan paling mencolok di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Bangunan tersebut adalah satu di antara banyaknya hunian bergaya Tionghoa di area tersebut.
 
“Di sini ada toko souvenir batik, belajar budaya Tionghoa dan Jawa di Lasem, sampai homestay,” kata Rudy Hartono, pemilik rumah merah tersebut kepada Medcom.id, Kamis, 8 Februari 2018.
 
Terkenal dengan Kota Santri, perpaduan budaya Tionghoa juga melekat pada arsitektur pondok pesantren di kawasan ini. Salah satunya Pondok Pesantren Kauman Lasem di Desa Karangturi.
 
Pos keamanan pesantren yang berada di bagian depan bahkan dibentuk dan dicat serupa klenteng. Di beberapa bagian juga ditemukan lampion hingga aksara-aksara Cina. Pemilik Pesantren, Zaim Ahmad Mashoem menuturkan, bangunan bergaya Tiongkok itu telah ada sebelum pesantren berdiri.

Baca: Pasar Imlek Semawis, Tradisi Warga Semarang
 
"Bangunannya memang ada campuran gaya Jawa dan Tionghoa. Beberapa santri juga ada yang keturuan Tionghoa," ujar pria yang karib disapa Gus Zaim ini.
 
Selain pesantren, di kawasan Pecinan Lasem juga terdapat Masjid Agung Rembang. Di dalam kompleks masjid terdapat makam tokoh Tionghoa penyebar agama Islam di Lasem. Makam ini sering didatangi peziarah dari berbagai kota.   
 
“Masjid di pecinan ini menjadi bukti toleransi antar-agama dan antar-budaya di Lasem,” jelas Taj Yasin, mantan anggota DPRD Jawa Tengah.




(FZN)