Istana Imbau Warga Perhitungkan Keselamatan Saat Menyampaikan Pendapat

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 21 Mar 2017 16:08 WIB
semen indonesia
Istana Imbau Warga Perhitungkan Keselamatan Saat Menyampaikan Pendapat
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki. Foto: Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Istana Kepresidenan turut berduka cita atas meninggalnya Patmi, seorang peserta aksi semen kaki di depan Istana. Publik diharapkan bisa lebih bijak dalam menyampaikan pendapat.

"Kita imbau kalau mau menyampaikan pendapat, aspirasi, jangan aksinya mengambil risiko pada keselamatan misalkan," kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Selasa 21 Maret 2017.

Menurut dia, Patmi mengembuskan napas terakhir karena ada masalah pada jantungnya, selain kelelahan. Teten sudah mengirimkan tim untuk mengurus segala keperluan pemakaman Patmi.

Teten tak menginginkan aksi demo harus dilakukan dengan nekat menyemen kaki. Aksi ini bisa membahayakan diri pedemo.

"Sebenarnya kan pemerintah bisa cegah seperti halnya misalnya orang demo, katakanlah naik ke gedung tinggi mau mengancam bunuh diri kan pemerintah harus bisa hentikan," ujar dia.

Teten bercerita sudah berdiskusi dengan para pedemo yang memerotes kegiatan pertambangan di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Tuntutan mereka sudah didengar.

Presiden Joko Widodo, kata Teten, sudah meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membuat opini hukum atas kasus ini. Sementara itu, kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) juga sedang disiapkan.

"Saya ingin semua kita nanti titik temunya atau rujukannya kembali ke KLHS, nanti seperti apa pertimbangan-pertimbangan. Karena KLHS kan aspek pure, pertimbangan politik, sosial, ekonominya," kata dia.


(MBM)