LMAN Bayar Pembebasan Lahan Tiga PSN Bendungan

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 13 Sep 2018 14:14 WIB
lembaga manajemen aset negara (lman)
LMAN Bayar Pembebasan Lahan Tiga PSN Bendungan
Pembebasan lahan secara serentak untuk tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan di tiga kota -- Foto: dok LMAN

Jakarta: Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melaksanakan pembayaran pembebasan lahan secara serentak untuk tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan di tiga kota, pada Rabu, 13 September 2018.

Ketiga kota tersebut yaitu Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah; Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Bandar Lampung; serta Bendungan Tiga Dihaji, Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan.

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan, pelaksanaan pembayaran secara serentak merupakan wujud dari upaya dan peran LMAN dalam percepatan pembangunan infrastruktur PSN. Pembangunan infrastruktur PSN memerlukan tata kelola yang baik.

"Oleh karena itu dalam proses pembayaran ini pula melibatkan beberapa lembaga dan verifikator untuk memastikan bahwa dana yang dibayarkan tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance," ujar Rahayu dalam keterangan tertulis.

Jumlah total dana untuk ketiga PSN Bendungan yang dibayarkan oleh LMAN kurang lebih sebesar Rp216 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

1. Bendungan Pidekso sejumlah Rp46,2 miliar untuk 134 bidang tanah.
2. Bendungan Way Sekampung sejumlah Rp103,4 miliar untuk 858 bidang tanah.
3. Bendungan Tiga Dihaji sejumlah Rp65,9 miliar untuk 193 bidang tanah.

Mengingat banyaknya bidang tanah yang harus dibayarkan, pelaksanaan pembayaran akan berlangsung selama dua hari, yakni 13-14 September 2018. Masing-masing dilaksanakan di Rumah Konsultansi Pembangunan Waduk Pidekso, Desa Pidekso Kabupaten Wonogiri; Kantor Unit Pelayanan Bendungan Way Sekampung, Lampung; dan Gedung Kesenian Muara Dua, Kabupaten Ogan Kemering, Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

Ketiga bendungan tersebut merupakan PSN yang lahannya didanai oleh LMAN melalui mekanisme pembayaran langsung. Pada mekanisme ini, dana pembebasan lahan akan langsung diserahkan oleh LMAN kepada masyarakat penerima yang terkena dampak pembangunan infrastruktur PSN.

"(Pemberian dana) setelah melalui beberapa proses dan verifikasi yang melibatkan kementerian/lembaga/badan terkait seperti Kementerian ATR/BPN, KPPIP, maupun BPKP," kata Rahayu.

Pembangunan Bendungan tersebut diharapkan memiliki dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran ketiga Bendungan juga diharapkan akan meningkatkan pasokan air baku, air irigasi, maupun tenaga listrik di sekitar kawasan Wonogiri, Pringsewu, Oku Selatan, dan kota-kota di sekitarnya.

"Potensi pariwisata juga merupakan salah satu dampak yang tak kalah penting untuk diperhitungkan dan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar," katanya.

Dia menambahkan, semua upaya pembangunan infrastruktur dan dampak berkelanjutan dari pembangunan tersebut hanya bisa terwujud melalui dukungan, sinergi, dan orkestrasi yang harmonis, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat.

Peran LMAN dalam pembangunan infrastruktur akan terus diwujudkan secara nyata melalui komitmennya menjunjung tinggi integritas dan tata kelola yang baik, bersama dengan kementerian/lembaga terkait untuk menjalankan amanat sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah melakukan pendanaan pembebasan lahan proyek strategis nasional.

"Dengan demikian, pembangunan infrastruktur akan segera terlaksana, dan pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat akan terwujud," ucapnya.

 


(ROS)