Pujian Jokowi pada Wanita TNI-Polri

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 25 Apr 2018 09:16 WIB
Hari Kartini
Pujian Jokowi pada Wanita TNI-Polri
Presiden Jokowi periksa pasukan apel bersama. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat Hari Kartini 2018 kepada anggota wanita dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Ia menyebut para anggota tersebut sosok yang tangguh.
 
"Selamat memperingati Hari Kartini Tahun 2018 kepada saudari-saudari anggota korps wanita TNI dan Polri yang hebat dan pemberani. Tidak gentar terhadap tantangan yang penuh risiko, yang telah memilih profesi mulia ini dengan penuh pengabdian," kata Jokowi saat apel bersama 10 ribu wanita TNI-Polri dan aparatur sipil negara (ASN) di Silang Monas, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.
 
Ia juga berterima kasih kepada para anggota wanita TNI-Polri telah ikut berkontribusi menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. "Terima kasih atas peran saudari yang terus meningkat dari waktu ke waktu," katanya.

Baca: Kartini NasDem Hadir untuk Bangsa dan Negara

Jokowi bangga jumlah anggota korps wanita TNI-Polri semakin besar. Hal ini menunjukkan kontribusi anggota wanita sangat diakui dan diharapkan kehadirannya. "Harapan masyarakat terhadap saudara-saudara juga semakin besar," ujarnya.
 
Menurut Jokowi, masyarakat telah menyaksikan korps wanita semakin terdepan dalam menjalankan fungsi TNI-Polri, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Mereka juga terdepan dalam melayani masyarakat dan semakin banyak yang menduduki posisi posisi strategis di TNI-Polri.
 
Ia menyampaikan, peran wanita yang semakin besar ini bukan terjadi karena kasihan. Bukan pula karena kuota yang ditetapkan pemerintah. Tapi, peran mereka memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, pemerintah, dan negara.
 
"Dan, karena peran wanita dalam memberikan rasa aman dan pelayanan prima kepada masyarakat," katanya.
 
Menurut Jokowi, anggota wanita TNI-Polri sangat terampil di lapangan. Mereka bisa membuat situasi yang sulit menjadi tenang dan terkendali.
 
"Itulah kelebihan perempuan. Lembut tapi tegas, itulah yang dibutuhkan bangsa ini," katanya.




(FZN)