Platform Sinergi Litbang Unggul Indonesia

Lembaga Litbang Dituntut Lebih Berkontribusi Bagi Bangsa

Intan Yunelia    •    Selasa, 15 May 2018 21:43 WIB
Hilirisasi Riset
Lembaga Litbang Dituntut Lebih Berkontribusi Bagi Bangsa
Peluncuran program platform sinergi penelitian dan pengembangan (litbang) unggul Indonesia. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia


Bogor: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluncurkan program platform sinergi penelitian dan pengembangan (litbang) unggul Indonesia.  Dengan platform ini, lembaga litbang dituntut lebih optimal dalam menghilirisasi hasil riset, sehingga lebih berkontribusi bagi bangsa.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengatakan tujuan peluncuran program ini untuk memperkuat pemahaman atas mekanisme dan instrumen kelembagaan PUI. Mencakup proses supervisi, monitoring dan evaluasi kerja.

Selain itu juga memperkuat model sinergi PUI pada bidang riset unggulan, dan jejaring kelembagaan litbang unggul PUI dalam upaya meningkatkan produktivitas Litbang.  "Ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kontribusi lembaga litbang dalam menjawab isu-isu strategis nasional," kata Patdono di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Selasa 15 Mei 2018.

Hasil riset itu juga dapat diadopsi penggunanya untuk menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat.  "Lembaga Litbang yang unggul dapat menghilirkan produk risetnya dalam bentuk produk-produk yang inovatif memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Sejauh ini, PUI  teIah berhasil terbentuk sinergi berbasis bidang riset ungguIan daIam 7 kIaster, yaitu Pangan Pertanian, Energi, Kesehatan dan Obat, Material Maju, Kemaritiman, Mitigas' Bencana, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Program ini diikuti 115 lembaga penelitian dan pengembangan yang tergabung dalam Pusat Unggulan IPTEK (PUI).  Para peserta terdiri dari 78 lembaga PUI Litbang, PUI Perguruan Tinggi, 5 Litbang non-Kementerian dan 6 Litbang kementerian.

Setelah peluncuran program ini, lembaga litbang di Indonesia bisa menghasilkan karya riset yang inovatif berbasis permintaan dan kebutuhan masyarakat.


 


(CEU)