Mendikbud: Meski Darurat, Kegiatan Belajar Tak Boleh Libur

Pythag Kurniati    •    Kamis, 09 Aug 2018 15:49 WIB
Gempa Lombok
Mendikbud: Meski Darurat, Kegiatan Belajar Tak Boleh Libur
Mendikbud Muhadjir Effendy, Medcom.id/Pythag Kurniati.

Solo: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan kegiatan belajar mengajar anak-anak korban gempa Lombok, NTB tidak boleh diliburkan. Sebab menurutnya, dalam kondisi apapun, pendidikan harus tetap berjalan.

Pernyataan tersebut diutarakan Mendikbud usai menghadiri acara Semiloka dan Deklarasi Pengutamaan Bahasa Negara di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. “Tidak. Tidak boleh libur. Harus ada kegiatan belajar,” ungkap Muhadjir, Rabu, 8 Agustus 2018.

Mendikbud menuturkan, untuk penanganan pertama korban gempa, kementeriannya berfokus pada pengadaan kelas darurat. Langkah ini dilakukan lantaran tidak sedikit gedung sekolah yang mengalami kerusakan pascagempa.

Mendikbud tidak ingin, siswa dan siswi di Lombok berhenti menimba ilmu meski dalam keadaan darurat. “Maka kebutuhan akan tenda-tenda darurat menjadi sangat mendesak,” imbuh dia.

Sebanyak 299 sekolah mulai jenjang Taman Kanak-kanak hingga SMA/SMK sederajat mengalami kerusakan pascagempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).  Jumlah sekolah rusak terdampak gempa kemungkinan akan terus bertambah, proses identifikasi masih terus dilakukan.

Baca: 299 Sekolah Rusak Terdampak Gempa Lombok

Kemendikbud, kata Muhadjir, hingga saat ini telah mengirim setidaknya 65 tenda darurat. Bukan hanya berasal dari Jakarta, namun juga sejumlah tenda yang sebelumnya digunakan bagi pengungsi erupsi Gunung Agung.

“Jadi yang kemarin (tenda) untuk Gunung Agung juga kami tarik kemari dulu,” ucap Mendikbud.

Tak hanya tenda, Kemendikbud telah menggelontorkan sejumlah bantuan seperti peralatan sekolah, makanan tambahan serta penanganan trauma healing pada siswa-siswi di Lombok. Sedangkan proses pendataan bangunan sekolah yang rusak, kata Mendikbud, masih berlangsung hingga saat ini.

"Jumlah pastinya (gedung sekolah yang rusak) masih didata, yang penting siswanya tertangani lebih dahulu,"pungkas Muhadjir.


(CEU)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

7 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA