Pendidikan Tinggi bikin Masyarakat Ogah Terlibat Konflik

Fachri Audhia Hafiez    •    Rabu, 11 Jul 2018 16:00 WIB
konflik filipinaperdamaian
Pendidikan Tinggi bikin Masyarakat Ogah Terlibat Konflik
Seminar Sarasehan Nasional - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ainun Naim mengatakan, pendidikan menjadi salah satu tolok ukur mencegah konflik. Masyarakat akan lebih banyak mengejar ilmu pengetahuan.

"Mereka (masyarakat) akan sibuk membangun, tidak pikir konflik. Ini manfaat dari pendidikan tinggi," kata Ainun dalam sebuah seminar di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Juli 2018.

Ainun memaparkan, konflik timbul akibat adanya kesenjangan di masyarakat. Seperti kemiskinan, kurangnya kesempatan kerja, dan tidak menguasai teknologi informasi. 

Faktor-faktor tersebut perlu dibenahi pula oleh perguruan tinggi. Ini supaya konflik tidak terjadi kembali.

"Perguruan tinggi punya posisi strategis, sebagai suatu institusi dan menjadi acuan panutan. Kita tidak jarang mencetak agen pembangunan dan penguasaan teknologi itu bisa dicapai," tutur Ainun.



(REN)